Kemensos Maksimalkan Persiapan Program Bantuan Pangan Non-Tunai

Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:26 WIB
Kemensos Maksimalkan...
Kemensos Maksimalkan Persiapan Program Bantuan Pangan Non-Tunai
A A A
JAKARTA - Berbagai persiapan terus dimaksimalkan Kementerian Sosial guna memastikan perluasan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial pangan dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2018 agar berjalan lancar.

Persiapan yang dilakukan antara lain cleansing dan validasi calon penerima manfaat yang bersumber dari Basis Data Terpadu tahun 2015 oleh Kemensos. Adapun penyiapan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan, personalisasi KKS, isi rekening, distribusi dan aktivasi KKS dilakukan Himbara dan proses penyaluran bansos nontunai oleh penerima manfaat.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, perluasan PKH dan BPNT dimulai pada Februari 2018. Perluasan BPNT menjadi 10 juta terbagi dalam empat tahap, yakni Januari-Februari, April-Mei, Juli-Agustus, dan Oktober-November. Masingmasing ditambah 2,5 juta KPM di tiap tahapan.

"Di tahap awal, perluasan BPNT dilaksanakan di 29 kabupaten/kota. Saat ini sudah berjalan di 44 kota dengan sasaran sebanyak 2.660.989 KPM. Targetnya di Oktober 2018 mampu mencapai 10 juta KPM," ungkap Khofifah saat mengunjungi proses personalisasi di Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Khofifah mengungkapkan, BPNT secara bertahap dimulai pada 25 Januari dan selanjutnya dapat dicairkan setiap bulan pada tanggal 25. Setiap bulan KPM menerima Rp110.000 yang dapat ditukarkan dengan beras dan telur. Kementerian Sosial menargetkan proses personalisasi selesai di akhir Desember 2017. Dengan demikian di awal Januari 2018 seluruh rekening KPM dapat segera terisi sehingga awal Februari bisa dicairkan. Adapun kapasitas perso PNRI per hari mencapai 200.000.

"Proses personalisasi (perso), yaitu pencantuman data baik nama dan NIK peserta, sudah dilakukan sejak 14 Desember 2017. Ini adalah fase penting guna memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, Kemensos juga telah membangun sistem pengaduan masyarakat terkait bansos nontunai. Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau keluhan bisa melalui call centre PKH dengan nomor 1500299.
(amm)
Berita Terkait
Kinerja Kemensos Dinilai...
Kinerja Kemensos Dinilai Sudah Berada di Jalur yang Benar
Hari Pahlawan, Kemensos...
Hari Pahlawan, Kemensos Silaturahmi dan Beri Tunjangan Kehormatan
Peluncuran Program Pejuang...
Peluncuran Program Pejuang Muda Kemensos
Kemensos Dinilai Mampu...
Kemensos Dinilai Mampu Bekerja dengan Baik di Tengah Pandemi
Dikurung Selama 12 Tahun,...
Dikurung Selama 12 Tahun, Perempuan ODGJ di Indramayu Dapat Perhatian Kemensos
Gedung Kementerian Sosial...
Gedung Kementerian Sosial di Salemba Raya Terbakar
Berita Terkini
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Mashum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved