Klaim Sepihak AS Jadi Momen Indonesia Jawab Kegagalan Arab
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:33 WIB
Klaim Sepihak AS Jadi Momen Indonesia Jawab Kegagalan Arab
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong agar dunia internasional menolak secara tegas klaim sepihak yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap posisi Yerusalem dianggap tepat.
Menurut Ali, kehadiran Jokowi di Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam merupakan momentum tepat untuk memperjuangkan penyelesaian konflik dan kemerdekaan bagi Palestina.
"Kehadiran Jokowi di KTT OKI momentum Indonesia untuk menjawab kegagalan Liga Arab dalam melindungi Palestina," ujar Ali saat dihubungi SINDOnews, Selasa (12/12/2017).
Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menganggap Indonesia mempunyai modal besar untuk berbicara di forum-forum internasional khususnya forum pemimpin Islam terhadap klaim sepihak pemimpin AS tersebut.
Dengan sistem demokrasi yang berkembang, kata dia, perekonomian yang stabil dan negara dengan berpenduduk mayoritas Islam terbesar di dunia akan memudahkan Pemerintah Jokowi menawaran proposal kerja sama kepada dunia internasional.
"Momentum ini tidak boleh dilewatkan Jokowi. Karena kalau tidak didorong dari sekarang, maka penyelesaian konflik yang dilakukan negara timur tengah akan sulit tercapai. Indonesia punya kapasitas untuk menggalang dukungan dari dunia internasional melalui forum OKI," tuturnya.
Menurut Ali, kehadiran Jokowi di Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam merupakan momentum tepat untuk memperjuangkan penyelesaian konflik dan kemerdekaan bagi Palestina.
"Kehadiran Jokowi di KTT OKI momentum Indonesia untuk menjawab kegagalan Liga Arab dalam melindungi Palestina," ujar Ali saat dihubungi SINDOnews, Selasa (12/12/2017).
Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menganggap Indonesia mempunyai modal besar untuk berbicara di forum-forum internasional khususnya forum pemimpin Islam terhadap klaim sepihak pemimpin AS tersebut.
Dengan sistem demokrasi yang berkembang, kata dia, perekonomian yang stabil dan negara dengan berpenduduk mayoritas Islam terbesar di dunia akan memudahkan Pemerintah Jokowi menawaran proposal kerja sama kepada dunia internasional.
"Momentum ini tidak boleh dilewatkan Jokowi. Karena kalau tidak didorong dari sekarang, maka penyelesaian konflik yang dilakukan negara timur tengah akan sulit tercapai. Indonesia punya kapasitas untuk menggalang dukungan dari dunia internasional melalui forum OKI," tuturnya.
(dam)