Berbekal Catatan, BNN Buru Agen Pabrik Pil PCC di Semarang

Senin, 04 Desember 2017 - 21:05 WIB
Berbekal Catatan, BNN...
Berbekal Catatan, BNN Buru Agen Pabrik Pil PCC di Semarang
A A A
SEMARANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen membongkar jaringan peredaran pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) yang diproduksi di Semarang, Jawa Tengah. Dari tangan pelaku, petugas BNN mengantongi catatan daftar agen yang selama ini menjadi jalur distribusi hingga luar Jawa.

Pabrik yang menempati rumah mewah di Jalan Halmahera Raya Nomor 27 Semarang itu juga melakukan pengemasan pil PCC. Terdapat beberapa jenis dan warna sehingga agen bisa menjual sesuai kemasan pabrik, atau membuat kemasan baru untuk dijual eceran.

“Ini hasil produksinya luar biasa, di dalam (pabrik) bahan baku masih banyak, dan yang sudah jadi mau dikirim dengan kemasan rapi. Ini dijual paket murah, oleh pengedar diplastik lagi dijual eceran. Ini sudah ada harga kemasannya, sekali kirim satu dus 20 ribu butir,” ujar Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso didampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, di Semarang, Senin (4/12/2017).

Awalnya, pemilik pabrik atas Djoni menyampaikan baru memproduksi pil PCC selama tiga bulan. Dia juga mengaku tak memiliki agen karena hasil produksinya sangat terbatas dan hanya memasok kepada perseorangan.

“Sehingga kalau dia bilang ini (distribusi) perorangan tidak mungkin. Masa satu orang nelen segini (ribuan butir). Pengiriman ke wilayah-wilayah, ada yang menerima 50 dus berarti satu juta butir. Ini catatannya, jadi tidak bisa dipungkiri,” jelasnya.

Dari penggerebekan itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti bahan baku pil PCC dan alat komunikasi berupa telepon genggam. Petugas akan menelusuri komunikasi para pelaku termasuk menginventarisasi nomor-nomor yang pernah dihubungi.

“Ini kita sita banyak HP. Kita telisik semua. Ada pula catatan hasil produksi. Dia sudah punya agen-agen, ini ada mobil angkutnya juga. Yang kita amankan ada 10 item termasuk satu mobil. Mesin cetak ada banyak. Ini baru awal, nanti akan dikembangkan,” tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Ungkap 6 Kasus Penyelundupan...
Ungkap 6 Kasus Penyelundupan Narkoba, BNN Sita 60,63 Kg Sabu dan 1 Juta Obat Keras
HUT BNN RI: 20 Tahun...
HUT BNN RI: 20 Tahun Mengabdi Menuju Indonesia Bersinar
Jaringan Narkoba Manfaatkan...
Jaringan Narkoba Manfaatkan Musibah Covid 19
Polda Banten Tangkap...
Polda Banten Tangkap 126 Tersangka Pengedar Obat Ilegal
Pabrik Obat-obatan Ilegal...
Pabrik Obat-obatan Ilegal Digerebek Polisi di Malang, Temuannya Mengejutkan
BNN Deteksi 91 dari...
BNN Deteksi 91 dari 1.150 Jenis Narkotika di Dunia Masuk Indonesia
Berita Terkini
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved