Dua Poros Berebut Restu Jokowi untuk Jadi Ketua Umum Golkar

Jum'at, 01 Desember 2017 - 22:11 WIB
Dua Poros Berebut Restu...
Dua Poros Berebut Restu Jokowi untuk Jadi Ketua Umum Golkar
A A A
JAKARTA - Kedua poros yang nampak ingin maju dalam musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar, tengah berebut restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, Partai Golkar telah berjanji akan mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu Jokowi, bahkan juga telah bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Begitupun dengan Plt Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Idrus Marham yang juga telah bertemu Jokowi dan mengklaim dirinya direstui maju dalam munaslub nanti.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, pertemuan Airlangga dan Idrus Marham dengan Jokowi di Istana Negara tidak hanya meminta izin maju sebagai calon ketua umum Golkar.

Melainkan menurut Hendri, memberi kode kepada Jokowi perihal barter politik bila menjadi Ketua Umum.

"Jokowi masih memerlukan jaminan Golkar dalam gelaran Pilpres 2019 mendatang. Basa-basi politik aja, mungkin perbincangan mereka sudah sampai kira-kira siapa penggantinya (di Munaslub 2019)," kata Hendri, Jumat (1/12/2017).

Hendri menyarankan, agar Airlangga mundur dari kursi Menteri Perindustrian jelang munaslub Desember 2017. Karena bila tidak, terang dia, Airlangga akan menjadi beban politik Jokowi, lantaran tersebut akan diserang lawan politiknya, karena dicap transaksional.

"Bebannya tuh akan ada di Jokowi, pasti oleh lawan politiknya Jokowi akan diungkit-ungkit itu. Mendingan sih dia mundurlah," jelasnya.

Dia menyatakan, tidak menjadi jaminan ketika Airlangga mendapat restu Istana bisa dengan mudah merengkuh kursi ketum Golkar. Sebab, Idrus sendiri masih memiliki power, di mana loyalis Novanto kemungkinan besar berada di belakangnya.

"Kemungkinan Novanto dan loyalisnya akan mendukung Idrus Marham. Novanto masih kuat. Namun jika praperadilan mengalahkan Novanto. Maka Novanto akan habis," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved