Bahaya Proxy War, Gatot: Mahasiswa Harus Antisipasi Tantangan Masa Depan

Sabtu, 25 November 2017 - 17:41 WIB
Bahaya Proxy War, Gatot:...
Bahaya Proxy War, Gatot: Mahasiswa Harus Antisipasi Tantangan Masa Depan
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Ibrahim Malang. Ribuan mahasiswa menyambut hangat kehadiran Panglima, bahkan mereka berfoto selfie bersama.

Dalam pemaparannya, Gatot menerangkan bahaya proxy war. Di mana perang tanpa bentuk, tak jelas siapa kawan maupun lawan. “Proxy war harus diwaspadai karena aksi ini tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan dari jauh,"kata Gatot di acara Dialog Proxy War dan menjadi saksi penandatanganan Resolusi Ketahanan Informasi Nasional di Kampus UIN Malang.

Kemudian, lanjut Gatot, untuk meraih cita-cita, para mahasiswa diharapkan belajar dengan giat. “Para mahasiswa harus selalu menjaga dan meningkatkan akhlak dan budi pekerti,” pesan Gatot.

Pada kesempatan itu, Gatot menyampaikan banyak hal tentang proxy war yang mesti diwaspadai, mulai dari teori kependudukan, tantangan masa depan dan upaya antisipasinya.

Selain memberi kuliah, Gatot menjadi saksi penandatanganan resolusi ketahanan informasi nasional yang ditandatangani oleh perwakilan dari berbagai unsur, mulai TNI, perguruan tinggi, ormas, media massa, dan lainya.

Mereka berkomitmen dan sepakat untuk membangun sinergi bersama dalam mewujudkan Ketahanan Informasi Nasional dari ancaman proxy war, hoax, dan ujaran kebencian di segala bidang.

Menurutnya, dalam kondisi ancaman tersebut, memerlukan penyeimbang dengan pembentukan dan penguatan informasi positif tentang NKRI. Bentuk dan upaya penguatan ketahanan informasi nasional ini diwujudkan melalui trilogi informasi positif yakni membangun building, menginspirasi , dan mengajak berpikir positif.
(pur)
Berita Terkait
Kemhan Serahkan 769...
Kemhan Serahkan 769 Unit Alat Pertahanan & Keamanan ke TNI, Tambah Kekuatan Militer Indonesia
PDIP: TNI sebagai Kekuatan...
PDIP: TNI sebagai Kekuatan Utama Pertahanan Strategis
BRCT Sebut Ada Upaya...
BRCT Sebut Ada Upaya Pelemahan TNI secara Sistematis dan Terstruktur
Gubernur Lemhannas:...
Gubernur Lemhannas: Transformasi Militer Tak Cukup sampai 2045
Terkuat di Asia Tenggara,...
Terkuat di Asia Tenggara, Militer Indonesia Kangkangi Australia dan Korut
Kemitraan Pertahanan...
Kemitraan Pertahanan Baru Mesir-Turki Bisa Geser Keseimbangan Kekuatan Regional
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved