Masih Banyak Permasalahan Bidang Kerja Komisi VIII DPR Belum Tertangani di Papua

Kamis, 09 November 2017 - 21:19 WIB
Masih Banyak Permasalahan...
Masih Banyak Permasalahan Bidang Kerja Komisi VIII DPR Belum Tertangani di Papua
A A A
JAKARTA - Dalam kerangka implementasi wilayah secara umum di Provinsi Papua, masih banyak terjadi permasalahan yang berkaitan dengan bidang kerja Komisi VIII DPR RI, di antaranya adalah mengenai Program Keluarga Harapan (PKH), dimana terdapat kurang lebih sekitar lima kabupaten yang belum mendapatkan PKH. Demikian dikatakan Anggota Komisi VIII DPR Diah Pitaloka saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi ke Provinsi Papua.

"Padahal seharusnya semua sudah mendapatkan PKH. Ada juga satu Kabupaten yang jumlah penerimanya hanya 9 orang," ucap Diah Pitaloka di Jayapura, Kamis (2/11/2017).

Diah menuturkan, bahwa sebenarnya banyak hal lain yang ingin lebih didalami dalam kunjungan kerja Komisi VIII tersebut, seperti masalah penerapan format uang elektronik, bagaimana tanggapan masyarakat Papua mengenai hal itu. Meskipun bisa dicairkan lewat ATM tetapi tidak semua wilayah mudah menjangkau ATM, terutama untuk penduduk miskin.

"Kita juga ingin melihat pendekatan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan adanya bantuan mobil konsultasi keliling terhadap korban KDRT. Bagaimana implementasinya, jika melihat masih tingginya tingkat perilaku masyarakat yang suka akan minuman keras di Papua," ujarnya.

Diah mengatakan bahwa persoalan nomenklatur dukcapil dengan Dinas Sosial yang dilakukan satu atap, menurut pengakuan Kepala Dinasnya hal tersebut sangat membantu dalam mereka memverifikasi data kemiskinan.

"Menurut saya ini juga pendekatan yang bagus. Lalu apakah kapasitas semua wilayah bisa atau tidak. Selain itu persoalan KTP Elektronik yang juga masih mengalami kendala, padahal pada awal tahun depan sudah harus terkalkulasi, mengingat sudah memasuki tahapan Pileg, Pilpres, dan juga proses Pilkada," tegasnya.

Disamping masalah tersebut, ada pula persoalan tentang koordinasi BNPB dengan Kementerian Sosial, yakni diperlukan peningkatan kapasitas Kemensos dalam membangun skema program kebencanaan," pungkas Diah.
(kri)
Berita Terkait
DPR Kumandangkan Lagu...
DPR Kumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Setiap Pagi
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Para Guru Besar Desak...
Para Guru Besar Desak DPR Usut Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan Eksekutif
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Berita Terkini
Kejagung Pastikan Telusuri...
Kejagung Pastikan Telusuri Informasi Bunker Lain Terkait Kasus Febrie Adriansyah
Sastra Indonesia Mendunia:...
Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved