Pihak Novel Duga Pimpinan KPK Enggan Dikonfrontasi dengan Polri
Selasa, 07 November 2017 - 11:07 WIB
Pihak Novel Duga Pimpinan KPK Enggan Dikonfrontasi dengan Polri
A
A
A
JAKARTA - Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menyayangkan sikap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak membentuk penyelidikan obstruction of justice terkait kekerasan yang dialami oleh anak buahnya tersebut.
"Dari awal seharusnya KPK bentuk penyelidikan obstruction of justice terkait kekerasan terhadap Novel Baswedan, bukan diserahkan ke Polisi," kata Alghif sapaan akrab Alghiffari saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (7/11/2017).
Alghif menduga pimpinan KPK enggan mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan karena takut dikonfrontasi dengan pihak kepolisian. Padahal, sudah lebih dari 200 hari, kasus ini belum juga menemukan titik terang.
"Pimpinan KPK tidak yakin dengan dirinya sendiri dan cenderung menghindari konfrontasi dengan kepolisian," tandasnya.
Sekadar informasi, hampir tujuh bulan penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjalani perawatan mata di rumah sakit di Singapura. Kedua matanya terluka usai disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada April 2017, lalu.
Novel pun sempat menjalani operasi besar di bagian mata kirinya pada bulan lalu. Namun demikian, dokter yang merawat kondisi mata Novel menganjurkan agar penyidik senior lembaga antirasuah tersebut dilakukan operasi kembali.
Namun demikian, belum ada titik terang siapa pelaku maupun dalang dalam penyerangan yang diduga sistematis dan berencana terhadap Novel Baswedan.
"Dari awal seharusnya KPK bentuk penyelidikan obstruction of justice terkait kekerasan terhadap Novel Baswedan, bukan diserahkan ke Polisi," kata Alghif sapaan akrab Alghiffari saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (7/11/2017).
Alghif menduga pimpinan KPK enggan mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan karena takut dikonfrontasi dengan pihak kepolisian. Padahal, sudah lebih dari 200 hari, kasus ini belum juga menemukan titik terang.
"Pimpinan KPK tidak yakin dengan dirinya sendiri dan cenderung menghindari konfrontasi dengan kepolisian," tandasnya.
Sekadar informasi, hampir tujuh bulan penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjalani perawatan mata di rumah sakit di Singapura. Kedua matanya terluka usai disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada April 2017, lalu.
Novel pun sempat menjalani operasi besar di bagian mata kirinya pada bulan lalu. Namun demikian, dokter yang merawat kondisi mata Novel menganjurkan agar penyidik senior lembaga antirasuah tersebut dilakukan operasi kembali.
Namun demikian, belum ada titik terang siapa pelaku maupun dalang dalam penyerangan yang diduga sistematis dan berencana terhadap Novel Baswedan.
(maf)