Selangkah Lagi, Indonesia Tambah 11 Sukhoi

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 14:16 WIB
Selangkah Lagi, Indonesia...
Selangkah Lagi, Indonesia Tambah 11 Sukhoi
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk memperkuat pertahanan udara dengan menambah 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 tinggal selangkah lagi. Pemerintah tinggal menandatangani perjanjian pembelian dengan pemerintah Rusia.

"Sudah, tinggal tanda tangan pada November," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu di Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Ke-11 pesawat Sukhoi SU-35 yang dipesan Indonesia dari Rusia memiliki persenjataan lengkap dengan total harga sekitar Rp16 triliun. "Senjatanya lebih dari lengkap karena dapat pengurangan diskon, jadi ada tambahannya. Semuanya itu Rp16 triliun," ungkap Ryamizard.

Pemerintah kedua negara menyepakati pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi-35 dari Rusia senilai USD1,14 miliar atau sekitar Rp15,162 triliun. Untuk pembelian 11 unit pesawat Sukhoi SU-35 ini, Indonesia menawarkan pembayaran dengan skema imbal dagang.

Nilai imbal yang telah disepakati kedua belah pihak yaitu 50% dari kontrak nilai jual 11 unit pesawat. Pembelian Sukhoi yang diatur melalui mekanisme imbal beli tersebut sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Artinya, Indonesia membeli Sukhoi dari Rusia dan Rusia sebagai negara penjual berkewajiban membeli sejumlah komoditas ekspor Indonesia. Pesawat tersebut direncanakan tiba di Indonesia pada 2019.

Namun, Ryamizard mengatakan pembelian 11 pesawat tempur tersebut masih kurang. Pasalnya, kebutuhan untuk alutsista Indonesia sekitar satu skadron atau 16 pesawat tempur. "Idealnya kita butuh satu skadron, harusnya kalau mau beli satu skadron, itu masih kurang. Satu skadron itu 16 pesawat, masih kurang 5 lagi," ujarnya.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, rencananya Sukhoi SU-35 tersebut akan menggantikan pesawat F-5 yang sudah tua. Menurut Wiranto, kerja sama dengan Rusia ini juga akan ada alih teknologi. Di mana kontennya dari dalam negeri dan berlangsung selama lima tahun.

"Yang kedua ada alih teknologi secara berangsur-angsur. Kontennya nanti adalah 80% dari dalam negeri. Itu berangsur-angsur selama lima tahun. Nanti peningkatannya dari 30% meningkat 10% setiap tahun," paparnya.

Selain itu, Indonesia juga bisa mendirikan pabrik sparepart untuk Sukhoi. Sehingga semakin membuat teknologi Indonesia berkembang. "Kita juga nanti akan membuat pabrik sparepart di Indonesia dalam rangka alih teknologi Sukhoi. Kita dapat satu kesempatan untuk mempelajari teknologi yang lebih maju tentang pesawat terbang," ujar Wiranto.
(amm)
Berita Terkait
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025, Indonesia Nomor Berapa?
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Turki vs Indonesia, Mana Lebih Kuat?
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia dan Swedia, Skor Beda Jauh?
Indonesia-Turki di Puncak...
Indonesia-Turki di Puncak Kerja Sama Pertahanan
Batekhan dan KNDS Perkuat...
Batekhan dan KNDS Perkuat Kolaborasi Teknologi Pertahanan Indonesia - Prancis
Pemerintah Diminta Tingkatkan...
Pemerintah Diminta Tingkatkan Anggaran untuk Modernisasi Alutsista Pertahanan Laut
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved