Tekan Pengangguran, Perusahaan Harus Utamakan Pekerja Lokal
A
A
A
MINAHASA UTARA - Perusahaan di Indonesia diingatkan untuk lebih mengutamakan pekerja lokal sebagai karyawannya dibandingkan pekerja asing. Hal ini dimaksudkan guna mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena usai meninjau PT Meares Soputan Mining di Lukupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis, 26 Oktober 2017. Ermalena mengatakan, perusahaan pertambangan semestinya diisi oleh putra lokal, bukan pekerja asing.
"Perusahaan tambang semestinya mengakomodir anak-anak putra daerah sini. Ini menjadi penting untuk diperhatikan," katanya.
Politisi PPP ini yakin di beberapa posisi penting perusahaan tambang bisa diisi oleh masyarakat lokal sehingga lebih memberikan asas manfaat. "Di level tertentu memang bisa diisi anak-akan kita sendiri (putra daerah). Transfer knowledge dari tenaga kerja asing ke tenaga kerja lokal harus dilakukan secara sungguh-sungguh," ujarnya.
Dia juga mendorong agar pemerintah mampu mendirikan sekolah pertambangan, khusus di daerah yang memiliki sumber daya alam sebagai area penambangan. Ini penting untuk menghasilkan SDM yang dibutuhkan di tengah persaingan global yang berbasis kompetensi. "Semestinya sekolah pertambangan harus dibangun di daerah-daerah yang ada sumber daya tambangnya, jadi kita punya SDM yang cukup," tuturnya.
Usai melakukan peninjauan, tim Komisi IX DPR memperoleh informasi bahwa jumlah pekerja di PT Meares Soputan Mining sebanyak 693 pekerja. Rinciannya lokal 599 orang, pekerja non-lokal 84 orang, dan pekerja asing berjumlah 10 orang.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena usai meninjau PT Meares Soputan Mining di Lukupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis, 26 Oktober 2017. Ermalena mengatakan, perusahaan pertambangan semestinya diisi oleh putra lokal, bukan pekerja asing.
"Perusahaan tambang semestinya mengakomodir anak-anak putra daerah sini. Ini menjadi penting untuk diperhatikan," katanya.
Politisi PPP ini yakin di beberapa posisi penting perusahaan tambang bisa diisi oleh masyarakat lokal sehingga lebih memberikan asas manfaat. "Di level tertentu memang bisa diisi anak-akan kita sendiri (putra daerah). Transfer knowledge dari tenaga kerja asing ke tenaga kerja lokal harus dilakukan secara sungguh-sungguh," ujarnya.
Dia juga mendorong agar pemerintah mampu mendirikan sekolah pertambangan, khusus di daerah yang memiliki sumber daya alam sebagai area penambangan. Ini penting untuk menghasilkan SDM yang dibutuhkan di tengah persaingan global yang berbasis kompetensi. "Semestinya sekolah pertambangan harus dibangun di daerah-daerah yang ada sumber daya tambangnya, jadi kita punya SDM yang cukup," tuturnya.
Usai melakukan peninjauan, tim Komisi IX DPR memperoleh informasi bahwa jumlah pekerja di PT Meares Soputan Mining sebanyak 693 pekerja. Rinciannya lokal 599 orang, pekerja non-lokal 84 orang, dan pekerja asing berjumlah 10 orang.
(poe)