Bupati Nganjuk Ditangkap, Soekarwo Minta Maaf Pada Presiden

Rabu, 25 Oktober 2017 - 19:12 WIB
Bupati Nganjuk Ditangkap,...
Bupati Nganjuk Ditangkap, Soekarwo Minta Maaf Pada Presiden
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo meminta maaf pada presiden, wakil presiden dan menteri dalam negeri atas kabar penangkapan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Jatim itu meminta pada semua kepala daerah untuk menciptakan Good Government menjadi Clean Government.

Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo menyatakan, korupsi menjadi penghambat pembangunan. Selain itu, perilaku korupsi adalah bagian dari persoalan moralitas. Sistem pemerintahan, kata dia, hingga pengelolaan keuangan negara sudah terdapat sebuah sistem untuk mencegah perilaku yang korup.

“Pertama saya meminta pada kepala Pak Presiden, Pak Wakil Presiden dan Pak Menteri Dalam Negeri. Saya mendukung penuh program KPK tentang itu (OTT), karena itu (OTT) jadi bagian agar pembangunan lebih cepat,” ujarnya di Surabaya, Rabu (25/10/2017).

Pemprov Jatim sendiri berupaya untuk mencegah praktik korupsi. Misalnya, penerapan E-Budgeting sudah harus jelas anggarannya dananya saat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Kalaupun tetap terjadi korupsi, berarti sudah menjadi bagian dari perilaku individu. Salah satu contoh, OTT KPK di Komisi B DPRD Jatim dengan Dinas di Pemprov Jatim. Ini adalah bentuk pemerasan. Sedangkan yang diperas merasa takut hingga memenuhi permintaan pihak yang memeras. “Korupsi itu menghambat pembangunan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Setelah terjaring OTT, politikus asal PDIP itu langsung menjalani pemeriksaan di Polres Nganjuk, Jalan Gatot Subroto Nomor 116, Ringinanom, Nganjuk.

“KPK meminjam ruangan Polres Nganjuk untuk pemeriksaan," ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
Baru OTT 2 Kali Sepanjang...
Baru OTT 2 Kali Sepanjang Semester I Tahun 2025, KPK Minta Maaf
Breaking News: OTT Lagi,...
Breaking News: OTT Lagi, KPK Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya
KPK Lakukan Tangkap...
KPK Lakukan Tangkap Tangan di Jakarta dan Semarang
KPK OTT Pejabat Daerah...
KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau
Selama KPK Berdiri Sudah...
Selama KPK Berdiri Sudah 141 OTT Digelar dan 100% Terbukti di Persidangan
BREAKING NEWS: KPK OTT...
BREAKING NEWS: KPK OTT Pejabat Negara di Yogyakarta dan Jakarta
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved