Sikap Individualistik, Jadi Penghambat Target Imunisasi MR

Kamis, 05 Oktober 2017 - 22:01 WIB
Sikap Individualistik,...
Sikap Individualistik, Jadi Penghambat Target Imunisasi MR
A A A
JAKARTA - Kehidupan sosial di apartemen dan rumah elite di DKI Jakarta menjadi hambatan utama dalam serapan imunisasi Measles-Rubella (MR). Kondisi itu memberikan efek domino dalam sebaran informasi tentang pentingnya imunisasi Campak dan Rubella bagi anak-anak di Indonesia.

Di Provinsi DKI Jakarta hingga Rabu 4 September 2017, cakupan imunisasi MR baru mencapai 91,06%. Jumlah itu masih belum memenuhi target yang dicanangkan pemerintah sebanyak 95%. Di wilayah DKI Jakarta sasaran imunisasi MR mencapai 2.446.569 anak.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Jane Soepardi saat dikonfirmasi mengatakan, di DKI Jakarta saat ini sudah seperti hutan apartemen. Antar tetangga rata-rata tidak saling mengenal serta mereka tidak bisa menerima informasi adanya imunisasi secara mendalam.

"Makanya di apartemen serta rumah-rumah elite begitu susah percaya dan sangat individual, tidak mau berkelompok. Ini tentu jadi hambatan dalam mengerakan partisipasi mereka dalam imunisasi MR," ujar dr Jane dalam siaran pers, Kamis (5/10/2017).

Dia melanjutkan, problem tersebut sebenarnya bisa dipecahkan dengan pendekatan intensif yang dilakukan pada manajemen apartemen. Salah satu yang sudah berhasil menerapkan adalah Puskesmas Kelapa Gading Jakarta.

Dokter kepala puskesmas melakukan pendekatan intensif dengan pihak manajemen apartemen, sehingga capaiannya tinggi. "Informasi pun akhirnya bisa tersampaikan. Banyak penghuni apartemen yang akhirnya mau mengantarkan anaknya untuk imunisasi," jelasnya.

Jane menjelaskan, jadwal imunisasi MR yang digelar serentak di Pulau Jawa sepanjang Agustus hingga September, waktunya bertepatan dengan libur sekolah di Eropa, sehingga DKI Jakarta yang memiliki banyak sekolah internasional, murid-muridnya banyak yang berlibur ke luar negeri.

"Banyak siswa yang berlibur ke Eropa. Mereka pergi ke luar negeri di saat imunisasi MR digelar. Sementara mereka baru masuk sekolah lagi bulan Oktober," ungkapnya.

Perpanjangan waktu selama dua minggu ini diharapkan Jane bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga siswa yang dulunya pergi liburan atau kebetulan sakit, bisa segera diimunisasi MR.

"Tiap puskesmas saat ini juga sudah memiliki daftar nama warga di tiap-tiap wilayah. Mereka tinggal mendatangi satu per satu anak yang belum diimunisasi. Termasuk mereka yang tinggal di apartemen serta rumah-rumah elite," sambungnya.

Pemerintah menurut Jane menyadari pentingnya bertatap muka langsung dengan orang tua anak yang akan diimunisasi. Dengan pertemuan itu , diharapkan mereka akan bisa percaya dan memahanmi pentingnya imunisasi MR bagi masa depan anak kelak.

"Puskemasmas dan Posyandu kini harus bisa aktif mendekat ke kantong-kantong yang cakupan imunisasinya rendah. Ada pendekatan khusus yang harus dilakukan kalau ingin berhasil menyasar anak-anak di DKI," jelasnya.

Ditemui usai melakukan rapat dengan Kementerian Kesehatan, Kepala Perwakilan UNICEF untuk Jawa Arie Rukmantara mengatakan, tantangan di DKI Jakarta dalam penyelenggaraan imunisasi MR agak berbeda.

Kata Arie, latar belakang sosial masyarakatnya lebih majemuk dan persebaran aktivitas orang tua dan anak juga lebih beragam, sehingga tidak mudah dijangkau.

"Kemajemukan dan karakter unik tantangan-tantangan di DKI ini memerlukan partisipasi semua pihak, bukan hanya Dinas Kesehatan, untuk menyukseskan program ini," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved