Belum Paham Sipol, Banyak Parpol Sambangi Helpdesk
Kamis, 05 Oktober 2017 - 14:34 WIB
Belum Paham Sipol, Banyak Parpol Sambangi Helpdesk
A
A
A
JAKARTA - Dua hari dibukanya pendaftaran partai politik (parpol), belum satupun partai politik yang datang untuk mencatatkan dirinya sebagai calon peserta pemilu 2019. Pemandangan lain justru terlihat pada ruang helpdesk yang selama dua hari terakhir disambangi sejumlah partai yang belum memahami teknis penggunaan sistem informasi partai politik (sipol).
“Sudah ada 10 partai yang datang ke helpdesk, enam partai dihari pertama dan empat partai dihari kedua,” jelas Komisioner KPU Viryan saat ditemui dikantornya, Kamis (5/10/2017).
Viryan menuturkan, hal yang ditanya partai politik tentang dasar kewajiban menggunakan sipol, cara mengentry data, kesulitan mencetak dokumen hingga lembar yang akan diserahkan pada saat pendaftaran. “Lebih kepada aspek teknis administrasi yang ada di sipol,” ucap Viryan.
Komisioner KPU lainnya, Hasyim Asyari menambahkan, banyaknya partai yang datang ke helpdesk bukan serta merta menandakan kurangnya sosialisasi kepada para calon peserta mengenai tata cara penggunaan sipol.
Dia menyebut, beberapa partai datang hanya untuk memastikan kerja yang sudah dilakukan. “Lebih banyak untuk memastikan, di luar helpdesk juga ada yang konsultasi,” kata Hasyim.
“Sudah ada 10 partai yang datang ke helpdesk, enam partai dihari pertama dan empat partai dihari kedua,” jelas Komisioner KPU Viryan saat ditemui dikantornya, Kamis (5/10/2017).
Viryan menuturkan, hal yang ditanya partai politik tentang dasar kewajiban menggunakan sipol, cara mengentry data, kesulitan mencetak dokumen hingga lembar yang akan diserahkan pada saat pendaftaran. “Lebih kepada aspek teknis administrasi yang ada di sipol,” ucap Viryan.
Komisioner KPU lainnya, Hasyim Asyari menambahkan, banyaknya partai yang datang ke helpdesk bukan serta merta menandakan kurangnya sosialisasi kepada para calon peserta mengenai tata cara penggunaan sipol.
Dia menyebut, beberapa partai datang hanya untuk memastikan kerja yang sudah dilakukan. “Lebih banyak untuk memastikan, di luar helpdesk juga ada yang konsultasi,” kata Hasyim.
(pur)