Pancasila Hasil Kompromi Kaum Nasionalis Islami dan Sekuler

Rabu, 04 Oktober 2017 - 22:27 WIB
Pancasila Hasil Kompromi...
Pancasila Hasil Kompromi Kaum Nasionalis Islami dan Sekuler
A A A
JAKARTA - Pancasila adalah kompromi antara kaum nasionalis Islami dengan nasionalis sekuler pada zamannya. Awalnya diusulkan Piagam Jakarta, bahkan Bung Karno menitikkan air mata meminta agar Piagam Jakarta diterima.

Namun saat itu, ada utusan dari Indonesia Timur yang protes, karena bila Piagam Jakarta disahkan, maka mereka akan menjadi warga negara kelas dua. Dari situ muncul usulan dihapuskannya tujuh kata di Piagama Jakarta

“Dalam Islam ini tetap penting karena esa itu tidak sirik. Itulah rumusan yang sampai sekarang jadi Pancasila,” ujar guru besar Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah, Jakarta, Bambang Pranowo di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Dia menyebutkan kata dalam Piagam Jakarta yang dihapus yaitu Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Akhirnya, kata dia dalam sidang BPUPKI, kalangan Islam setuju dihapus tapi dengan kompensasi diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dia menambahkan, Pancasila adalah ideologi bangsa yang didalamnya mengandung nilai-nilai luhur bangsa dan agama dan terbukti mampu menyatukan berbagai keragaman di Indonesia. Dia menuturkan, jika sila-sila Pancasila belum terwujud, jangan berharap Indonesia bisa menjadi negara yang damai, adil, dan makmur.

“Di manapun kalau keadilan tidak terwujud, pasti akan mengundang masalah,” tukasnya.
(kur)
Berita Terkait
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, Momentum untuk Kuatkan Fondasi Kerakyatan
Mengenal Sejarah Hari...
Mengenal Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni
Membaca Dunia dengan...
Membaca Dunia dengan Pancasila
Rayakan Hari Lahir Pancasila...
Rayakan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Gunakan Filter Pancasila Day di Snapchat Ini!
Mengenal BPIP, Sejarah...
Mengenal BPIP, Sejarah Pembentukan hingga Struktur Organisasinya
Semua Mantan Presiden...
Semua Mantan Presiden dan Wapres Diundang ke Upacara Hari Lahir Pancasila
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved