Jokowi: Orang Amerika Enggak Akan Mengerti Artinya Ndeso
Kamis, 28 September 2017 - 15:16 WIB
Jokowi: Orang Amerika Enggak Akan Mengerti Artinya Ndeso
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan perkembangan teknologi internet tidak bisa ditolak dan dihindari.
Menurut dia, jika Indonesia menutup diri dan menolak maka negara akan kehilangan daya saing dengan negara lain.
"Competitivenes kita akan hilang. Justru kita harus manfaatkan inovasi-inovasi seperti Alibaba, Amazon, Google, Facebook, Twitter, dan lainnya," kata Jokowi saat membuka Konferensi IDbyte tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2017).
Menurut Jokowi, negara-negara yang berhasil memanfaatkan inovasi-inovasi berbasis digital akan memiliki daya saing tinggi.
Efeknya, lanjut dia, perekonomian mereka menjadi maju. Dia mengibaratkan, di dunia internet terjadi persaingan antarlokal melawan global.
Jokowi meminta Indonesia tidak menyerah dan pasrah terhadap perusahaan internet yang menguasai dunia.
Sebaliknya, mantan Wali Kota Solo ini meminta perusahaan internet dimanfaatkan dengan cara menampilkan inovasi baru yang menonjolkan tradisi lokal.
Menurut dia, lokasi atau ciri khas lokal itu menjadi sangat penting. "Orang Amerika enggak pernah akan ngerti artinya ndeso seperti kita ngerti ndeso (kampungan-red). Orang Tiongkok enggak pernah akan ngerti baper, seperti kita ngerti baper. Dan berapa pun modal seorang Google, berapa pun modal Amazon, mereka enggak akan pernah sedekat dan tidak akan pernah seakrab dengan orang kita seperti kita sendiri. Enggak akan," tuturnya.
Menurut dia, jika Indonesia menutup diri dan menolak maka negara akan kehilangan daya saing dengan negara lain.
"Competitivenes kita akan hilang. Justru kita harus manfaatkan inovasi-inovasi seperti Alibaba, Amazon, Google, Facebook, Twitter, dan lainnya," kata Jokowi saat membuka Konferensi IDbyte tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2017).
Menurut Jokowi, negara-negara yang berhasil memanfaatkan inovasi-inovasi berbasis digital akan memiliki daya saing tinggi.
Efeknya, lanjut dia, perekonomian mereka menjadi maju. Dia mengibaratkan, di dunia internet terjadi persaingan antarlokal melawan global.
Jokowi meminta Indonesia tidak menyerah dan pasrah terhadap perusahaan internet yang menguasai dunia.
Sebaliknya, mantan Wali Kota Solo ini meminta perusahaan internet dimanfaatkan dengan cara menampilkan inovasi baru yang menonjolkan tradisi lokal.
Menurut dia, lokasi atau ciri khas lokal itu menjadi sangat penting. "Orang Amerika enggak pernah akan ngerti artinya ndeso seperti kita ngerti ndeso (kampungan-red). Orang Tiongkok enggak pernah akan ngerti baper, seperti kita ngerti baper. Dan berapa pun modal seorang Google, berapa pun modal Amazon, mereka enggak akan pernah sedekat dan tidak akan pernah seakrab dengan orang kita seperti kita sendiri. Enggak akan," tuturnya.
(dam)