Pemerintah Tegaskan Bantuan Rohingya Lebih ke Pendekatan Solusi
Selasa, 19 September 2017 - 13:36 WIB
Pemerintah Tegaskan Bantuan Rohingya Lebih ke Pendekatan Solusi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), AM Fachir mengatakan, kehadiran Menlu Retno Marsudi ke Myanmar dan Banglades atas intruksi Presiden. Menurutnya, intruksi presiden tersebut bagian dari kepedulian yang dirasakan etnis Rohingya.
Menurutnya, pemerintah melakukan pendekatan komprehensif dan solusi untuk memecahkan masalah yang dialami warga Rohingya. Sehingga, tidak tepat jika bantuan kepada Rohingya dinilai sebagai bentuk pencitraan pemerintah seperti yang disampaikan sejumlah pihak termasuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Jadi intinya dari semua aspek kita mencoba cari solusi dari persoalan yang dihadapi di sana," kata Fachir, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Fachir menegaskan, dalam hal bantuan ke Rohingya, pendekatan kemanusiaan lebih diutamakan. Maka itu, Presiden Jokowi telah meminta agar bantuan tersebut melibatkan semua lembaga masyarakat, terutama lembaga kemanusiaan.
"Selain pemerintah kita juga istilahnya bekerja sama dan mendorong. Kalau bisa kita salurkan keprihatinan kita melalui langkah-langkah kemanusiaan," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah melakukan pendekatan komprehensif dan solusi untuk memecahkan masalah yang dialami warga Rohingya. Sehingga, tidak tepat jika bantuan kepada Rohingya dinilai sebagai bentuk pencitraan pemerintah seperti yang disampaikan sejumlah pihak termasuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Jadi intinya dari semua aspek kita mencoba cari solusi dari persoalan yang dihadapi di sana," kata Fachir, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Fachir menegaskan, dalam hal bantuan ke Rohingya, pendekatan kemanusiaan lebih diutamakan. Maka itu, Presiden Jokowi telah meminta agar bantuan tersebut melibatkan semua lembaga masyarakat, terutama lembaga kemanusiaan.
"Selain pemerintah kita juga istilahnya bekerja sama dan mendorong. Kalau bisa kita salurkan keprihatinan kita melalui langkah-langkah kemanusiaan," ujarnya.
(pur)