Tak Mau Kecolongan Lagi, Layanan Katering Madinah Diawasi Ketat
Jum'at, 08 September 2017 - 03:07 WIB
Tak Mau Kecolongan Lagi, Layanan Katering Madinah Diawasi Ketat
A
A
A
MADINAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Daerah Kerja (Daker) Madinah bakal melakukan pengawasan lebih ketat lagi terkait distribusi katering makanan. Sebab sebelumnya ada satu perusahaan katering di Madinah yakni, PT Bahar Harr mendistribusikan makanan basi kepada jamaah. Bersyukur makanan basi itu belum sampai ke tangan jamaah.
Dalam rapat koordinasi sekaligus evaluasi pelayanan pada gelombang pertama di Madinah, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menjanjikan adanya pengawasan ketat distribusi layanan katering di Madinah. Pengawasan dilakukan agar tidak kembali terulang kasus makanan basi.
"Ini menjadi pelajaran untuk gelombang kedua. Kami akan lebih ketat mengawasi setiap katering yang akan disajikan dan didistribusikan kepada jamaah," ujar Menag kepada wartawan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Madinah, Kamis (7/9/2017).
Seperti diketahui, pada 12 September nanti jamaah haji gelombang kedua akan mulai bergerak dari Mekkah menuju Madinah. Karena itu, segala persiapan dari pemondokan sampai katering harus disiapkan dengan matang sejak dini.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag, Sri Ilham Lubis mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat teguran tertulis kepada perusahaan tersebut. Sejatinya dia mengusulkan agar Bahar Harr dikurangi ordernya, tapi berhubung dalam surat kesepakatan tidak menyebutkan ketentuan itu, maka usulan itu tidak dilaksanakan.
Dalam rapat koordinasi sekaligus evaluasi pelayanan pada gelombang pertama di Madinah, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menjanjikan adanya pengawasan ketat distribusi layanan katering di Madinah. Pengawasan dilakukan agar tidak kembali terulang kasus makanan basi.
"Ini menjadi pelajaran untuk gelombang kedua. Kami akan lebih ketat mengawasi setiap katering yang akan disajikan dan didistribusikan kepada jamaah," ujar Menag kepada wartawan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Madinah, Kamis (7/9/2017).
Seperti diketahui, pada 12 September nanti jamaah haji gelombang kedua akan mulai bergerak dari Mekkah menuju Madinah. Karena itu, segala persiapan dari pemondokan sampai katering harus disiapkan dengan matang sejak dini.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag, Sri Ilham Lubis mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat teguran tertulis kepada perusahaan tersebut. Sejatinya dia mengusulkan agar Bahar Harr dikurangi ordernya, tapi berhubung dalam surat kesepakatan tidak menyebutkan ketentuan itu, maka usulan itu tidak dilaksanakan.
(kri)