Terjaring Operasi Tangkap Tangan Alasan Nasdem Pecat Amir Mirza

Rabu, 30 Agustus 2017 - 20:23 WIB
Terjaring Operasi Tangkap...
Terjaring Operasi Tangkap Tangan Alasan Nasdem Pecat Amir Mirza
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem telah memecat kadernya, Amir Mirza Hutagalung. Alasannya, Amir terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin malam.

"Terkait dengan Amir Mirza, maka hari ini dia sudah dipecat oleh DPP," ujar Ketua DPP Partai Nasdem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Karena, kata Johnny, Nasdem tidak mentolerir terhadap tindak pidana korupsi. Sikap tegas itu, lanjut dia, berlaku bagi seluruh kader di tingkat pusat hingga daerah, maupun di legislatif ataupun eksekutif.

"Apalagi seperti kasus di Tegal ini, OTT. Maka walaupun ada asas praduga tidak bersalah terkait dengan hak perorangan, karena ini OTT, maka kami merasa ini cukup jelas buktinya oleh KPK," kata wakil ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR ini.

Sehingga, partainya tidak menunggu proses hukum untuk menentukan nasib keanggotaan Amir Mirza. "Tapi langsung mengambil keputusan. Kalau bukan OTT, kami menghormati," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pemecatan terhadap Amir Mirza itu sekaligus sebagai peringatan bagi seluruh kader Nasdem di seluruh Indonesia. "Partai tidak akan mentolerir semua tindakan Tipikor. Siapapun juga. Itu akan segera diberhentikan," pungkasnya.

Selain Amir Mirza, KPK juga menangkap kader Partai Golkar sekaligus Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno. Jika Masitha ditangkap di rumah dinasnya, Tegal, Amir Mirza ditangkap di Jakarta. Keduanya telah resmi menjadi tahanan KPK terkait kasus dugaan suap.
(kri)
Berita Terkait
Baru OTT 2 Kali Sepanjang...
Baru OTT 2 Kali Sepanjang Semester I Tahun 2025, KPK Minta Maaf
Breaking News: OTT Lagi,...
Breaking News: OTT Lagi, KPK Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya
KPK Lakukan Tangkap...
KPK Lakukan Tangkap Tangan di Jakarta dan Semarang
Selama KPK Berdiri Sudah...
Selama KPK Berdiri Sudah 141 OTT Digelar dan 100% Terbukti di Persidangan
BREAKING NEWS: KPK OTT...
BREAKING NEWS: KPK OTT Pejabat Negara di Yogyakarta dan Jakarta
KPK OTT Pejabat Daerah...
KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau
Berita Terkini
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved