1.470 Bus Akan Bawa Ratusan Ribu Jamaah Haji Indonesia
Rabu, 30 Agustus 2017 - 05:38 WIB
1.470 Bus Akan Bawa Ratusan Ribu Jamaah Haji Indonesia
A
A
A
MEKKAH - Jamaah haji Indonesia yang mencapai lebih dari 200.000 orang akan diangkut tidak kurang oleh 1.470 unit bus. Armada tersebut telah siap melayani jamaah dalam prosesi Armina.
Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, layanan angkutan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) sepenuhnya kewenangan Pemerintah Saudi.
Dia memastikan layanan transportasi untuk melayani jamaah haji telah siap.Layanan Armina sendiri akan dibagi dalam empat tahap. Pertama dari Makkah ke Arafah dengan jumlah armada 21 unit bus untuk setiap maktab. Satu maktab terdiri atas 3.000, sedangkan Indonesia memiliki 70 maktab.
“Jadi ada 1.470 bus yang siap melayani. Di rute ini, pemberangkatan jamaah dibagi dalam tiga jadwal, yakni pukul 08.00-12.00, pukul 12.00-16.00 dan pukul 16.00-20.00,” katanya.
Tahap kedua, angkutan dari Arafah-Muzdalifah sepanjang empat kilometer akan dimulai pada saat terbenamnya matahari, sesuai dengan syarat rukun wukuf.
Nanti rasio bus akan dikurangi karena jarak dari Arafah ke Muzdalifah cukup pendek sehingga satu maktab disediakan sembilan bus .Bus akan berputar untuk satu maktab sekitar 6-7 kali putaran.
"Itu diharapkan sebelum jam 12 malam sudah selesai," katanya saat ditemui di wilayah Jarwal, Makkah, Senin 28 Agustus 2017 malam.
Selanjutnya, dari Muzdalifah ke Mina yang berjarak dua kilometer. Jumlah bus akan dikurangi menjadi tujuh bus tiap maktab.
Menurut dia, pengurangan angkutan ini bukan berarti tidak ada bus tetapi dilakukan demi menjaga perputaran bus tetap berjalan. Jika terlalu banyak bus, lanjut dia, justru akan menimbulkan kemacetan.
Terakhir adalah dari Mina kembali ke Makkah. Jumlah bus dikembalikan semula menjadi 21 bus per maktab. Angkutan ini dibagi dua. Bagi jamaah yang akan mengikuti nafar awal akan diangkut pada 12 Dzulhijah mulai pukul 07.0-16.00 karena jamaah yang mengambil nafar awal harus berada di luar Mina sebelum terbenam matahari.
Lalu, untuk jamaah yang mengambil nafar tsani angkutannya dimulai pada 13 Dzulhijah mulai pukul 07.00 sampai jamaah terangkut semua, tidak dibatasi.
Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, layanan angkutan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) sepenuhnya kewenangan Pemerintah Saudi.
Dia memastikan layanan transportasi untuk melayani jamaah haji telah siap.Layanan Armina sendiri akan dibagi dalam empat tahap. Pertama dari Makkah ke Arafah dengan jumlah armada 21 unit bus untuk setiap maktab. Satu maktab terdiri atas 3.000, sedangkan Indonesia memiliki 70 maktab.
“Jadi ada 1.470 bus yang siap melayani. Di rute ini, pemberangkatan jamaah dibagi dalam tiga jadwal, yakni pukul 08.00-12.00, pukul 12.00-16.00 dan pukul 16.00-20.00,” katanya.
Tahap kedua, angkutan dari Arafah-Muzdalifah sepanjang empat kilometer akan dimulai pada saat terbenamnya matahari, sesuai dengan syarat rukun wukuf.
Nanti rasio bus akan dikurangi karena jarak dari Arafah ke Muzdalifah cukup pendek sehingga satu maktab disediakan sembilan bus .Bus akan berputar untuk satu maktab sekitar 6-7 kali putaran.
"Itu diharapkan sebelum jam 12 malam sudah selesai," katanya saat ditemui di wilayah Jarwal, Makkah, Senin 28 Agustus 2017 malam.
Selanjutnya, dari Muzdalifah ke Mina yang berjarak dua kilometer. Jumlah bus akan dikurangi menjadi tujuh bus tiap maktab.
Menurut dia, pengurangan angkutan ini bukan berarti tidak ada bus tetapi dilakukan demi menjaga perputaran bus tetap berjalan. Jika terlalu banyak bus, lanjut dia, justru akan menimbulkan kemacetan.
Terakhir adalah dari Mina kembali ke Makkah. Jumlah bus dikembalikan semula menjadi 21 bus per maktab. Angkutan ini dibagi dua. Bagi jamaah yang akan mengikuti nafar awal akan diangkut pada 12 Dzulhijah mulai pukul 07.0-16.00 karena jamaah yang mengambil nafar awal harus berada di luar Mina sebelum terbenam matahari.
Lalu, untuk jamaah yang mengambil nafar tsani angkutannya dimulai pada 13 Dzulhijah mulai pukul 07.00 sampai jamaah terangkut semua, tidak dibatasi.
(dam)