Demokrat Enggan Campuri Wacana Penerbitan Perppu KPK

Kamis, 24 Agustus 2017 - 14:11 WIB
Demokrat Enggan Campuri...
Demokrat Enggan Campuri Wacana Penerbitan Perppu KPK
A A A
JAKARTA - Terkait usulan perlunya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Partai Demokrat enggan ikut campur.

Sebab, Partai Demokrat tidak bertanggung jawab atas apapun yang diputuskan panitia khusus (pansus) hak angket DPR terhadap KPK nantinya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, partainya sejak awal konsisten menolak pembentukan Pansus Angket KPK.

"Sehingga, segala keputusan yang ada di pansus, Partai Demokrat tidak bertanggung jawab," ujar Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Maka itu lanjut dia, Demokrat tidak mengikuti apapun perkembangan Pansus Angket KPK. "Kita juga harus melihat apakah revisi (Undang-Undang KPK) itu bisa menguatkan atau tidak. Tetapi bukan suatu keputusan daripada pansus," ujar wakil ketua DPR ini.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. "Ya kalau arahnya ke sana, harus jelas yang mau direvisi apa, jangan sampai revisi itu melemahkan," ujar Syarief Hasan di Gedung DPR.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Presiden Jokowi bisa menerbitkan Perppu tentang KPK. Sebab, dibandingkan merevisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK itu, penerbitan perppu memakan waktu lebih singkat.

"Presiden bisa membuat Perppu lebih cepat. Kalau saya jadi presiden, saya bikin Perppu, ini darurat kok," ujar Fahri Hamzah di Gedung DPR, kemarin.

Terlebih, Indonesia disebut sedang darurat korupsi. "Tapi penanganannya kok kayak begini, kan enggak memadai, tambah kacau keadaannya. Harusnya presiden kalau mau, bikin Perppu," paparnya.
(maf)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Mundur dari KPK, Ini...
Mundur dari KPK, Ini Aktivitas Keseharian Febri Diansyah (Part 1)
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved