IPSM Diminta Menyesuaikan dengan Karakter Persoalan Setiap Daerah
Kamis, 24 Agustus 2017 - 13:43 WIB
IPSM Diminta Menyesuaikan dengan Karakter Persoalan Setiap Daerah
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) diminta bisa melakukan revitalisasi guna menghadapi kompleksitas berbagai persoalan di masyarakat. Revitalisasi sangat perlu dilakukan.
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, proses revitalisasi harus disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah di Indonesia. Mekansimenya, kata dia juga perlu diserahkan sepenuhnya kepada organisasi tersebut.
"Namun yang terpenting adalah memahami bahwa mungkin permasalahan yang dihadapi antar satu daerah dengan yang lain berbeda," ujar Khofifah dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (24/8/2017)
Menurutnya, pemerintah sangat mengapresiasi adanya organisasi yang serius membantu mengurai permasalahan sosial di masyarakat seperti yang dilakukan IPSM. Namun, dia mengakui sekarang pemerintah masih kesulitan untuk mengeluarkan bantuan karena belum adanya Undang-undang Pekerja Sosial.
"Meski begitu saya punya solusi bagi IPSM untuk bersinergi bersama CSR Kessos yang diketuai GKR Mangkubumi. Kami kira bisa bekerja sama dan mencari solusi terkait permasalahan yang dihadapi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua IPSM Nasional, Ratu Tatu Chasanah mengakui selama ini masih sangat kurang adanya pelatihan sumber daya manusia terutama bidang permasalahan sosial di berbagai daerah Indonesia. Padahal, lanjut dia pelatihan merupakan syarat utama bisa masuk menjadi PSM.
"Kami berharap ada bantuan dari Kementerian Sosial untuk membantu mengatasi permasalahan yang kami hadapi selama ini agar relawan teregenerasi secara berkesinambungan," tandasnya.
Pernyataan ini juga disampaikan Khofifah dalam kesempatan acara pembukaan Musyawarah Nasional IPSM Nasional, di yogyakarta.
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, proses revitalisasi harus disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah di Indonesia. Mekansimenya, kata dia juga perlu diserahkan sepenuhnya kepada organisasi tersebut.
"Namun yang terpenting adalah memahami bahwa mungkin permasalahan yang dihadapi antar satu daerah dengan yang lain berbeda," ujar Khofifah dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (24/8/2017)
Menurutnya, pemerintah sangat mengapresiasi adanya organisasi yang serius membantu mengurai permasalahan sosial di masyarakat seperti yang dilakukan IPSM. Namun, dia mengakui sekarang pemerintah masih kesulitan untuk mengeluarkan bantuan karena belum adanya Undang-undang Pekerja Sosial.
"Meski begitu saya punya solusi bagi IPSM untuk bersinergi bersama CSR Kessos yang diketuai GKR Mangkubumi. Kami kira bisa bekerja sama dan mencari solusi terkait permasalahan yang dihadapi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua IPSM Nasional, Ratu Tatu Chasanah mengakui selama ini masih sangat kurang adanya pelatihan sumber daya manusia terutama bidang permasalahan sosial di berbagai daerah Indonesia. Padahal, lanjut dia pelatihan merupakan syarat utama bisa masuk menjadi PSM.
"Kami berharap ada bantuan dari Kementerian Sosial untuk membantu mengatasi permasalahan yang kami hadapi selama ini agar relawan teregenerasi secara berkesinambungan," tandasnya.
Pernyataan ini juga disampaikan Khofifah dalam kesempatan acara pembukaan Musyawarah Nasional IPSM Nasional, di yogyakarta.
(kur)