Fadli Zon Kenang Jasa Pahlawan Lewat Patung The Founding Fathers
Selasa, 15 Agustus 2017 - 18:47 WIB
Fadli Zon Kenang Jasa Pahlawan Lewat Patung The Founding Fathers
A
A
A
SUMATERA BARAT - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meresmikan patung empat tokoh pendiri bangsa Indonesia yang diberi nama The Founding Fathers di Rumah Budaya Fadli Zon, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (15/8/2017).
Adapun The Founding Fathers adalah patung yang menyerupai Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan Tan Malaka yang sedang duduk santai di halaman berlatar belakang persawahan, seolah-olah sedang berdialog.
Fadli Zon menjelaskan dipilihnya empat tokoh pendiri bangsa ini karena tiga di antara tokoh ini berdarah Minang. Sementara Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Dia mengungkapkan pose patung Bung Karno, Hatta, dan Syarhrir berasal dari arsip foto milik Ipphos. "Di saat ketiganya duduk bersama di kursi rotan panjang di jakarta pada tahun 1946," kata Fadli.
![Fadli Zon Kenang Jasa Pahlawan Lewat Patung The Founding Fathers]()
Kendati para pendiri bangsa berasal dari berbagai ideologi, kata dia, namun dalam gagasan keindonesiaan mereka bisa bersatu.
Ide membuat patung yang terbuat dari perunggu ini berasal dari Fadli dan dibuat oleh seniman asal Yogyakarta bernama Bambang Win. Pengerjaan patung berlansung selama satu tahun sejak tahun 2016.
Peluncuran patung Founding Fathers ini diharapkan Fadli dapat memperkenalkan kembali para generasi penerus bangsa bahwa empat tokoh ini sangat berjasa terhadap kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini menjadi pengingat, sebagai tanda sejarah dan mengambil keteladanan dari perjuangan mereka yang telah mempertaruhkan jiwa raga, tenaga, pikiran untuk Republik Indonesia," ucapnya.
Dia mengatakan, kemerdekaan saat ini merupakan perjuangan mereka. "Kita sebenarnya berhutang kepada mereka-mereka ini, kepada emapt tokoh republik dan para pahlawan nasional yang lain termasuk pahlawan-pahlawan tak dikenal," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Sementara pemilihan istilah The Founding Fathers lebih merujuk kepada nama tokoh yang terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian dibubarkan dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di rumah Laksamana Maeda 16 Agustus 1945.
Adapun The Founding Fathers adalah patung yang menyerupai Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan Tan Malaka yang sedang duduk santai di halaman berlatar belakang persawahan, seolah-olah sedang berdialog.
Fadli Zon menjelaskan dipilihnya empat tokoh pendiri bangsa ini karena tiga di antara tokoh ini berdarah Minang. Sementara Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Dia mengungkapkan pose patung Bung Karno, Hatta, dan Syarhrir berasal dari arsip foto milik Ipphos. "Di saat ketiganya duduk bersama di kursi rotan panjang di jakarta pada tahun 1946," kata Fadli.

Kendati para pendiri bangsa berasal dari berbagai ideologi, kata dia, namun dalam gagasan keindonesiaan mereka bisa bersatu.
Ide membuat patung yang terbuat dari perunggu ini berasal dari Fadli dan dibuat oleh seniman asal Yogyakarta bernama Bambang Win. Pengerjaan patung berlansung selama satu tahun sejak tahun 2016.
Peluncuran patung Founding Fathers ini diharapkan Fadli dapat memperkenalkan kembali para generasi penerus bangsa bahwa empat tokoh ini sangat berjasa terhadap kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini menjadi pengingat, sebagai tanda sejarah dan mengambil keteladanan dari perjuangan mereka yang telah mempertaruhkan jiwa raga, tenaga, pikiran untuk Republik Indonesia," ucapnya.
Dia mengatakan, kemerdekaan saat ini merupakan perjuangan mereka. "Kita sebenarnya berhutang kepada mereka-mereka ini, kepada emapt tokoh republik dan para pahlawan nasional yang lain termasuk pahlawan-pahlawan tak dikenal," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Sementara pemilihan istilah The Founding Fathers lebih merujuk kepada nama tokoh yang terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian dibubarkan dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di rumah Laksamana Maeda 16 Agustus 1945.
(dam)