Forum Pengacara Imbau Semua Pihak Bijak Bermedia Sosial
Minggu, 06 Agustus 2017 - 19:08 WIB
Forum Pengacara Imbau Semua Pihak Bijak Bermedia Sosial
A
A
A
JAKARTA - Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (Fakta) meminta semua pihak menjaga sikapnya saat beraktivitas di media sosial (medsos). Aktivitas di medsos sedianya digunakan untuk hal positif yang bermanfaat untuk kebaikan bersama bukan untuk memancing permusuhan.
"Setiap pihak perlu memberikan solusi cerdas untuk kebaikan bersama, bukan pernyataan sesat dan cacat logika," ujar Vice Presiden FAKTA Mukhlis Ramlan di Jakarta, Minggu (6/8/2017).
Secara khusus FAKTA menyoroti statement sejumlah pihak di media sosial yang dianggap provokatif dan memancing permusuhan. Salah satunya ucapan pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman di media sosial yang mengkritik Simpang Semanggi sebagai hasil karya yang terlalu dibesar-besarkan.
Menurut Mukhlis, komentar semacam itu sepantasnya tidak disampaikan karena kenyataannya publik pun sudah menikmati maha karya tersebut dan bisa mengurangi kemacetan. "Orang lain (bilang) bagus dan senang dengan Jalan Layang Simpang Semanggi, dia (Habiburokhman) malah sesat umbar pernyataan memalukan seperti itu. Buatlah karya bagi bangsa serta berhentilah menghina orang lain, karena kita ada di dunia hukum yang punya konsekuensi atas segala pernyataan dan tindakan," tutur Mukhlis.
Presiden FAKTA Surpani Sulaiman juga mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintah yang yang tengah fokus membangun infrastruktur dan perekonomian. FAKTA menurut dia akan tegas terhadap pihak-pihak yang terus menghina dan menyudutkan pemerintah.
"Kami akan persempit ruang gerak tukang fitnah dan tukang hina orang lain di negeri ini," tegas Surpani.
"Setiap pihak perlu memberikan solusi cerdas untuk kebaikan bersama, bukan pernyataan sesat dan cacat logika," ujar Vice Presiden FAKTA Mukhlis Ramlan di Jakarta, Minggu (6/8/2017).
Secara khusus FAKTA menyoroti statement sejumlah pihak di media sosial yang dianggap provokatif dan memancing permusuhan. Salah satunya ucapan pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman di media sosial yang mengkritik Simpang Semanggi sebagai hasil karya yang terlalu dibesar-besarkan.
Menurut Mukhlis, komentar semacam itu sepantasnya tidak disampaikan karena kenyataannya publik pun sudah menikmati maha karya tersebut dan bisa mengurangi kemacetan. "Orang lain (bilang) bagus dan senang dengan Jalan Layang Simpang Semanggi, dia (Habiburokhman) malah sesat umbar pernyataan memalukan seperti itu. Buatlah karya bagi bangsa serta berhentilah menghina orang lain, karena kita ada di dunia hukum yang punya konsekuensi atas segala pernyataan dan tindakan," tutur Mukhlis.
Presiden FAKTA Surpani Sulaiman juga mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintah yang yang tengah fokus membangun infrastruktur dan perekonomian. FAKTA menurut dia akan tegas terhadap pihak-pihak yang terus menghina dan menyudutkan pemerintah.
"Kami akan persempit ruang gerak tukang fitnah dan tukang hina orang lain di negeri ini," tegas Surpani.
(kri)