Fadli Zon Tak Masalahkan Niat Arief Poyuono Balik ke PDI-P
Kamis, 03 Agustus 2017 - 19:01 WIB
Fadli Zon Tak Masalahkan Niat Arief Poyuono Balik ke PDI-P
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak mempersoalkan niatan rekan separtainya, Arief Poyuono kembali ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab, kembali ke PDIP atau bertahan di Partai Gerindra merupakan pilihan.
"Ya itu sih pilihan, enggak ada masalah. Kita juga ada banyak dari kader-kader partai lain," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017). Menurutnya, pernyataan Arief Poyuono yang menilai wajar PDIP disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menipu rakyat adalah pernyataan pribadi, bukan representasi partai.
Fadli menjelaskan, Partai Gerindra enggan menjatuhkan PDIP walaupun kompetitor. Karena, PDIP dianggapnya juga sebagai mitra dalam demokrasi. "Jadi itu yang terserah bersangkutan, harus ada pertanggungjawaban," ungkap wakil ketua DPR ini. Dia mengakui bahwa pernyataan Arief Poyuono kerapkali blunder.
Kendati demikian, dia memastikan bahwa jabatan Arief Poyuono tidak akan diturunkan akibat pernyataannya itu. "Kita ada mekanisme internal. ada DPP, mahkamah partai, seperti itu. Itu nanti mahkamah partai yang mengundang untuk klarifikasi," pungkasnya.
"Ya itu sih pilihan, enggak ada masalah. Kita juga ada banyak dari kader-kader partai lain," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017). Menurutnya, pernyataan Arief Poyuono yang menilai wajar PDIP disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menipu rakyat adalah pernyataan pribadi, bukan representasi partai.
Fadli menjelaskan, Partai Gerindra enggan menjatuhkan PDIP walaupun kompetitor. Karena, PDIP dianggapnya juga sebagai mitra dalam demokrasi. "Jadi itu yang terserah bersangkutan, harus ada pertanggungjawaban," ungkap wakil ketua DPR ini. Dia mengakui bahwa pernyataan Arief Poyuono kerapkali blunder.
Kendati demikian, dia memastikan bahwa jabatan Arief Poyuono tidak akan diturunkan akibat pernyataannya itu. "Kita ada mekanisme internal. ada DPP, mahkamah partai, seperti itu. Itu nanti mahkamah partai yang mengundang untuk klarifikasi," pungkasnya.
(pur)