Taklukkan Denali, Dua Langkah Tim WISSEMU Menuju Sejarah
Minggu, 11 Juni 2017 - 21:20 WIB
Taklukkan Denali, Dua Langkah Tim WISSEMU Menuju Sejarah
A
A
A
JAKARTA - Perjalanan Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) menaklukkan 7 puncak tertinggi di 7 benua segera berlanjut. Setelah berhasil mencatatkan sejarah sebagai tim perempuan Indonesia pertama yang berhasil mendaki puncak tertinggi di Antartika, yaitu Puncak Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl), Tim WISSEMU bersiap memulai ekspedisi ke Gunung Denali, Alaska dalam perjalanan yang bertajuk BRI WISSEMU REACHING DENALI SUMMIT.
Gunung Denali merupakan gunung keenam yang akan didaki Tim WISSEMU dalam misi menyelesakan trek Seven Summits. Sebelumnya Tim WISSEMU telah berhasil mendaki empat gunung tertinggi di empat lempeng benua berbeda yaitu Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) yang mewakili Lempeng Australasia pada 13 Agustus 2014 dan Gunung Elbrus (5.642 mdpl) yang mewakili Lempeng Eropa pada 15 Mei 2015.
Kemudian Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) yang mewakili Lempeng Afrika pada 24 Mei 2015, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) yang mewakili Benua Amerika Selatan pada 30 Januar 2016, dan Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) yang mewakili Lempeng Antartika pada 5 Januari 2017.
Tim WISSEMU terdiri dari dua pendaki yaitu Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23). Keduanya merupakan mahasiswi aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Tim telah mempersiapkan operasional, memantapkan fisik, mental, dan memenuhi kebutuhan logistik. Berbagai menu latihan fisik, seperti latihan beban, lari jauh, lari trek, yoga, berenang, climbing, bouldering, dan lainnya telah menjadi rutinitas harian yang dijalani oleh kedua wanita tangguh ini selama hampir 5 bulan terakhir.
Seluruh rangkaian latihan intens dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem dan jalur pendakian yang panjang di Gunung Denali. Gunung Denali yang memiliki ketinggian 6.190 mdpl merupakan gunung tertinggi ketiga dari rangkaian Seven Summits. Denali terkenal dengan jalur pendakiannya yang panjang, melebihi Everest. Pendakian kali ini diperkirakan memakan waktu 22 hari dengan total beban yang akan dibawa masing-masing adalah sekitar 40 kg.
Tim WISSEMU mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berperan sampai sejauh ini, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya.
Gunung Denali merupakan gunung keenam yang akan didaki Tim WISSEMU dalam misi menyelesakan trek Seven Summits. Sebelumnya Tim WISSEMU telah berhasil mendaki empat gunung tertinggi di empat lempeng benua berbeda yaitu Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) yang mewakili Lempeng Australasia pada 13 Agustus 2014 dan Gunung Elbrus (5.642 mdpl) yang mewakili Lempeng Eropa pada 15 Mei 2015.
Kemudian Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) yang mewakili Lempeng Afrika pada 24 Mei 2015, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) yang mewakili Benua Amerika Selatan pada 30 Januar 2016, dan Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) yang mewakili Lempeng Antartika pada 5 Januari 2017.
Tim WISSEMU terdiri dari dua pendaki yaitu Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23). Keduanya merupakan mahasiswi aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Tim telah mempersiapkan operasional, memantapkan fisik, mental, dan memenuhi kebutuhan logistik. Berbagai menu latihan fisik, seperti latihan beban, lari jauh, lari trek, yoga, berenang, climbing, bouldering, dan lainnya telah menjadi rutinitas harian yang dijalani oleh kedua wanita tangguh ini selama hampir 5 bulan terakhir.
Seluruh rangkaian latihan intens dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem dan jalur pendakian yang panjang di Gunung Denali. Gunung Denali yang memiliki ketinggian 6.190 mdpl merupakan gunung tertinggi ketiga dari rangkaian Seven Summits. Denali terkenal dengan jalur pendakiannya yang panjang, melebihi Everest. Pendakian kali ini diperkirakan memakan waktu 22 hari dengan total beban yang akan dibawa masing-masing adalah sekitar 40 kg.
Tim WISSEMU mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berperan sampai sejauh ini, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya.
(poe)