Hentikan Aksi Persekusi, Pemerintah Diminta Rangkul Semua Pihak

Minggu, 04 Juni 2017 - 14:50 WIB
Hentikan Aksi Persekusi,...
Hentikan Aksi Persekusi, Pemerintah Diminta Rangkul Semua Pihak
A A A
JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyesalkan tindakan main hakim sendiri atau intimidasi ‎yang diduga dilakukan sekelompok orang terhadap orang yang dianggap berbeda pandangan atau aksi persekusi.

Menurut Didi, apalagi aksi‎ persekusi dilakukan terhadap anak yang masih di bawah umur. Menurutnya, atas nama apapun tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan.

"Terhadap anak di bawah umur, negara sudah mengatur dengan sanksi yang terukur dan mendidik," tutur Didi lewat rilis yang diterima SINDOnews, Minggu (4/6/2017).

Didi mengimbau, bagi kelompok atau masyarakat yang tersinggung dengan tindakan pihak-pihak tertentu agar diselesaikan dengan cara yang bijak. Apalagi, jika perbuatan itu dilakukan oleh anak di bawah umur, maka seyogyanya menghindari cara-cara intimidasi dan kekerasan.

‎"Namun sangat disayangkan tindakan persekusi sudah terjadi, dapat dipastikan bisa terjadi trauma yang mendalam terhadap diri sang anak dan juga keluarganya‎," ujarnya.

Maka itu, ‎putra dari mantan Menkumham Amir Syamsuddin itu meminta agar aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku persekusi. Hal ini untuk menghindari insiden serupa terulang kembali di kemudian hari.

Namun lebih jauh dari itu, kata Didi, ‎negara harus memerhatikan kondisi bangsa pasca Pilkada DKI Jakarta. Ia menilai, luka pasca pilkada ternyata masih ‎berlangsung seperti aksi permusuhan, saling membenci, merasa paling bhineka, pancasilais, dan agamis. Karenanya, luka ini membutuhkan perhatian pemerintah.

‎"Negara harus bisa merangkul lagi semua pihak yang masih berseberangan. Tugas negara memang tidak mudah, persatuan dan kesatuan jangan pernah diremehkan sedikitpun. Jangan biarkan jadi api dalam sekam yang bisa setiap saat membakar kita semua," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Skandal Impor Beras,...
Skandal Impor Beras, Politikus PDIP Ajak Perangi Bandit Pangan yang Ambil Duit Negara
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved