Jokowi Minta Jangan Terjebak Saling Menyalahkan dan Memfitnah
Sabtu, 03 Juni 2017 - 19:12 WIB
Jokowi Minta Jangan Terjebak Saling Menyalahkan dan Memfitnah
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tidak terjebak saling menghujat, fitnah hingga menyebarkan kabar hoax, khususnya melalui media sosial. Sebaliknya, masyarakat diminta produktif pada pembangunan bangsa.
"Saling menyalahkan, memfitnah, membuat berita-berita hoax di media sosial. Ini ada hal-hal yang tidak produktif, hal-hal yang tak memiliki kontribusi pada negara ini," kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (3/6/2017) pagi.
Menurut Kepala Negara, Indonesia yang akan mendapat bonus demografi pada 2030 ke depan harus menyalurkan energi bangsa kepada optimisme dan energi yang positif, bukan saling memecah belah persatuan.
Presiden juga mengingatkan kepada para pendidik dan pengajar untuk membina siswa-siswi Indonesia menjadi generasi yang produktif, bukan hanya mengenai akademi, tetapi juga sikap dan karakter kebangsaan.
"Betul-betul siapkan mereka dari awal untuk dunia nyata, dunia kompetisi, persaingan. Siapkan mereka untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi di universitas terkemuka di seluruh Tanah Air. Siapkan mereka dari awal agar memikiki cita-cita untuk membangun negeri ini saat mereka dewasa," ujarnya.
"Saling menyalahkan, memfitnah, membuat berita-berita hoax di media sosial. Ini ada hal-hal yang tidak produktif, hal-hal yang tak memiliki kontribusi pada negara ini," kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (3/6/2017) pagi.
Menurut Kepala Negara, Indonesia yang akan mendapat bonus demografi pada 2030 ke depan harus menyalurkan energi bangsa kepada optimisme dan energi yang positif, bukan saling memecah belah persatuan.
Presiden juga mengingatkan kepada para pendidik dan pengajar untuk membina siswa-siswi Indonesia menjadi generasi yang produktif, bukan hanya mengenai akademi, tetapi juga sikap dan karakter kebangsaan.
"Betul-betul siapkan mereka dari awal untuk dunia nyata, dunia kompetisi, persaingan. Siapkan mereka untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi di universitas terkemuka di seluruh Tanah Air. Siapkan mereka dari awal agar memikiki cita-cita untuk membangun negeri ini saat mereka dewasa," ujarnya.
(maf)