HT: Masyarakat Bawah Harus Dibangun Merata di Seluruh Daerah
Selasa, 30 Mei 2017 - 07:35 WIB
HT: Masyarakat Bawah Harus Dibangun Merata di Seluruh Daerah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengungkapkan keputusannya terjun ke dunia politik karena ingin membangun negara agar lebih maju.
"Saya masuk politik murni ingin melihat Indonesia maju. Kesenjangan vertikal dan horizontal harus diselesaikan," kata HT menjawab pertanyaan peserta Entrepreneurs Organization di Jakarta, Senin, 29 Mei 2017.
Dia mengatakan Indonesia dibangun dengan konstruksi yang benar, tapi tidak dengan implementasinya. Bila Indonesia kembali ke konstisusi dipastikan Indonesia akan menjadi negara maju.
"Membangun Indonesia harus memiliki visi yang benar. Kalau tidak punya visi, tidak akan maju," ungkap HT.
Saat ini, lanjutnya Indonesia dihadapkan dua persoalan kesenjangan, yakni kesenjangan kesejahteraan masyarakat secara vertikal, antara yang mapan dan yang belum mapan dan kesenjangan horizontal terkait pembangunan antar daerah.
Dari 514 kabupaten/kota, kurang dari 10 yang terbangun dengan baik. Akibatnya, Indonesia hanya memiliki sedikit pilar penopang perekonomian. Untuk membiayai APBD pun diambil dari pusat.
HT mengatakan selama daerah tidak dibangun agar bisa mandiri, atau bahkan bisa berkontribusi ke pusat, maka pusat tidak akan memiliki dana yang cukup untuk memberikan subsisdi pendidikan, kesehatan atau pun rumah.
"Kita harus mempercepat masyarakat bawah naik ke menengah, menegah ke atas dengan keberpihakan, merata di seluruh daerah," ucap pria yang telah mengajar di lebih 170 perguruan tinggi di Indonesia.
Keberpihakan, lanjut HT, di antarannya memberikan akses dana murah, pelatihan untuk mengatasi keterbatasan skill dan harus diproteksi. Dengan begitu, kata dia, semakin banyak masyarakat yang produktif dan lapangan kerja pun tercipta.
"2/3 ekonomi ditopang konsumsi, 1/3 produktif, tidak menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan penduduk," kata HT
Seperti diketahui, setiap dua tahun penduduk Indonesia tumbuh sebanyak 5 juta jiwa. Kebutuhan lapangan kerja pun terus meningkat. Bila hal ini tak diatasi maka kesenjangan akan terus melebar. Sebaliknya bila para pencipta kerja ditumbuhkan maka kesejahteran masyarakat akan meningkat.
"Saya masuk politik murni ingin melihat Indonesia maju. Kesenjangan vertikal dan horizontal harus diselesaikan," kata HT menjawab pertanyaan peserta Entrepreneurs Organization di Jakarta, Senin, 29 Mei 2017.
Dia mengatakan Indonesia dibangun dengan konstruksi yang benar, tapi tidak dengan implementasinya. Bila Indonesia kembali ke konstisusi dipastikan Indonesia akan menjadi negara maju.
"Membangun Indonesia harus memiliki visi yang benar. Kalau tidak punya visi, tidak akan maju," ungkap HT.
Saat ini, lanjutnya Indonesia dihadapkan dua persoalan kesenjangan, yakni kesenjangan kesejahteraan masyarakat secara vertikal, antara yang mapan dan yang belum mapan dan kesenjangan horizontal terkait pembangunan antar daerah.
Dari 514 kabupaten/kota, kurang dari 10 yang terbangun dengan baik. Akibatnya, Indonesia hanya memiliki sedikit pilar penopang perekonomian. Untuk membiayai APBD pun diambil dari pusat.
HT mengatakan selama daerah tidak dibangun agar bisa mandiri, atau bahkan bisa berkontribusi ke pusat, maka pusat tidak akan memiliki dana yang cukup untuk memberikan subsisdi pendidikan, kesehatan atau pun rumah.
"Kita harus mempercepat masyarakat bawah naik ke menengah, menegah ke atas dengan keberpihakan, merata di seluruh daerah," ucap pria yang telah mengajar di lebih 170 perguruan tinggi di Indonesia.
Keberpihakan, lanjut HT, di antarannya memberikan akses dana murah, pelatihan untuk mengatasi keterbatasan skill dan harus diproteksi. Dengan begitu, kata dia, semakin banyak masyarakat yang produktif dan lapangan kerja pun tercipta.
"2/3 ekonomi ditopang konsumsi, 1/3 produktif, tidak menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan penduduk," kata HT
Seperti diketahui, setiap dua tahun penduduk Indonesia tumbuh sebanyak 5 juta jiwa. Kebutuhan lapangan kerja pun terus meningkat. Bila hal ini tak diatasi maka kesenjangan akan terus melebar. Sebaliknya bila para pencipta kerja ditumbuhkan maka kesejahteran masyarakat akan meningkat.
(dam)