Menko Polhukam Sebut ISIS Sebar Rekrutan ke Negara Asal
Jum'at, 26 Mei 2017 - 18:07 WIB
Menko Polhukam Sebut ISIS Sebar Rekrutan ke Negara Asal
A
A
A
JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto mengaku, mendapat informasi negara Filipina akan dijadikan basis penyebaran anggota Islamic State of Irak dan Syiria (ISIS) untuk wilayah Asia Tenggara. Lokasi basis itu ditengarai di Wilayah Sulu, Filipina Selatan.
Menurutnya, langkah itu dilakukan setelah ISIS merekrut (cara konvergensi) sejumlah orang dari berbagai negara untuk didoktrin dan dicuci otaknya menjadi basis mereka di negara Suriah.
"Tatkala basisnya dihancurkan oleh satu kekuatan koalisi mereka kemudian menggunakan pola divergensi, menyebarkan para teroris yang sudah terlatih ke negara asal mereka dan bernegara membangun basis baru, termahal di Asia Tenggara mereka berencana di Filipina," ungkap Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Terkait upaya menangkal penyebaran ISIS di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, pihaknya telah membangun kerja sama dengan Kejaksaan Agung Australia menghentikan penyebaran tersebut. Ia berharap, kerja sama ini juga diikuti oleh negara-negara lain yang dicurigai warga negaranya pernah menjalani kegiatan ISIS di Suriah.
"Kita ingin mengajak bersama-sama fokus menanggulangi terorisme yang akan berbasis di Filipina selatan," tandasnya.
Menurutnya, langkah itu dilakukan setelah ISIS merekrut (cara konvergensi) sejumlah orang dari berbagai negara untuk didoktrin dan dicuci otaknya menjadi basis mereka di negara Suriah.
"Tatkala basisnya dihancurkan oleh satu kekuatan koalisi mereka kemudian menggunakan pola divergensi, menyebarkan para teroris yang sudah terlatih ke negara asal mereka dan bernegara membangun basis baru, termahal di Asia Tenggara mereka berencana di Filipina," ungkap Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Terkait upaya menangkal penyebaran ISIS di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, pihaknya telah membangun kerja sama dengan Kejaksaan Agung Australia menghentikan penyebaran tersebut. Ia berharap, kerja sama ini juga diikuti oleh negara-negara lain yang dicurigai warga negaranya pernah menjalani kegiatan ISIS di Suriah.
"Kita ingin mengajak bersama-sama fokus menanggulangi terorisme yang akan berbasis di Filipina selatan," tandasnya.
(kri)