Nelayan Mata dan Telinga Penegakan Hukum di Laut

Rabu, 10 Mei 2017 - 15:16 WIB
Nelayan Mata dan Telinga...
Nelayan Mata dan Telinga Penegakan Hukum di Laut
A A A
JAKARTA - Pembangun percepatan industri perikanan nasional masih terkendala infrastruktur dan permodalan. Permasalahan tersebut harus segera diatasi agar visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dapat terwujud.

Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Mayor Jenderal TNI Marinir Yussuf Solichien mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut stake holder memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan nelayan. Menurutnya nelayan membutuhkan keringanan permodalan dan kemudahan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

"Mereka ini adalah armada semut yang menjadi mata dan telinga penegakkan hukum di laut. Jadi sebelum kapal-kapal asing masuk para nelayan sudah menjaga kedaulatan perairan Indonesia," ujar Yussuf dalam acara Sarasehan Nasional tentang Perlindungan Nelayan dan Pemberdayaan Nelayan Dalam Rangka Percepatan Industri Perikanan, Rabu (10/5/2017).

Sementara itu Asisten Potensi Maritim KSAL Mayjen TNI (Mar) Tomy Basari Natanegara menerangkan, hingga kini banyak nelayan yang masih hidup dalam garis kemiskinan. Dia mengatakan, untuk mengatasi masalah keamanan nelayan, pihaknya melalui Satgas 115 terus menggelar operasi mengamankan perairan Indonesia.

Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, kata dia pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 7 tahun 2016 tertanggal 14 April 2016. Dia menyebutkan undang-undang tersebut mengenai perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. (Baca: Dipulangkan dari Malaysia, 20 Nelayan Tiba di Kualanamu)

"Laut dengan kewilayahan dan potensinya merupakan milik bangsa Indonesia karena laut merupakan masa depan bangsa," ucapnya.
(kur)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved