Bubarkan HTI, Pemerintah Terindikasi Fobia Ormas Islam

Senin, 08 Mei 2017 - 21:58 WIB
Bubarkan HTI, Pemerintah...
Bubarkan HTI, Pemerintah Terindikasi Fobia Ormas Islam
A A A
JAKARTA - Keputusan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dinilai sebagai wujud pemerintah tengah mengidap fobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap organisasi masyarakat (ormas) Islam. Terlebih pemerintah juga dinilai sengaja melakukan pembiaran terhadap ormas yang beraliran separatisme dan komunisme.

”Ya kelihatan (fobia ormas Islam). Jadi kan kelihatan pemerintah atau aparat itu lebih terlihat sekali tidak hati-hati tapi menjaga jaraklah. Padahal tugas pemerintah itu sebaiknya merangkul," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Achmad Riza Patria kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Riza mencontohkan, bila pemerintah bisa merangkul dan berdialog dengan ormas Islam maka aksi bela Islam tentu menghasilkan solusi yang baik. Karena di dunia ini ada istilah politik identitas, termasuk juga Indonesia.

Islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia dan Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar. Tentu ada kelompok-kelompok yang tidak ingin Islam menjadi besar. ”Ini kan ada kepentingan-kepentingan di luar Islam tentunya. Ini berbahaya,” ujarnya.

Terkait friksi-friksi yang terjadi di internal Islam dan antarumat beragama, pemerintah harus bisa meredam sehingga tidak timbul konflik berkepanjangan. Pemerintah harus berperan sebagai penengah yakni bagaimana merawat kebinekaan. ”Tugas pemerintah itu membimbing dan membina jangan sampai terjadi konflik," ujarnya.

Menurut Riza, pembubaran ormas adalah tahapan paling terakhir. Hal ini karena pendirian sebuah ormas melalui proses yang tidak mudah dan diatur undang-undang. Setelah semua tahapan dilalui dengan baik, ormas tersebut diakui Kemendagri atau Kemenkumham.

Ini artinya pemerintah telah mengakui ormas itu baik. ”Jika kemudian dalam perjalanannya menyimpang, silakan dibubarkan tapi harus hati-hati jangan sampai terjadi Islamophobia. Karena pemerintah sendiri membiarkan ormas-ormas yang berbau separatis,” tegasnya.
(poe)
Berita Terkait
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Tampang Empat Anggota...
Tampang Empat Anggota GRIB Jaya Pelaku Perusakan Aset PT KAI di Semarang
Dodi Reza Alex Noerdin...
Dodi Reza Alex Noerdin Hadiri Silaturahmi dengan Ketum Ormas MKGR
Jambore Tuntas Dilaksanakan,...
Jambore Tuntas Dilaksanakan, AMP Lahirkan Kader Pelopor
Sebanyak 150 Ormas Ikut...
Sebanyak 150 Ormas Ikut Jambore Ormas Jabar 2024
Muktamar XXI Mathla’ul...
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Resmi Dibuka, Menag Tegaskan Pentingnya Peran Organisasi Keagamaan
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved