Karangan Bunga Misterius Mendadak Muncul di Kantor Wiranto

Senin, 08 Mei 2017 - 18:27 WIB
Karangan Bunga Misterius...
Karangan Bunga Misterius Mendadak Muncul di Kantor Wiranto
A A A
JAKARTA - Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat mendadak ‎mendapat dikirimi dua karangan bunga, Senin (8/5/2017).

Karangan bunga itu bertuliskan "Terima kasih Pak Wiranto atas langkah-langkah yang akan diambil membubarkan ormas yang berlawanan dengan asas Pancasila". Karangan bunga dikirim oleh pihak yang menamakan Group Cinta Damai yang Antiradikal.

Sementara karangan bunga lainnya bertuliskan "Terima kasih Pak Wiranto atas komitmen menjaga NKRI dengan tidak bermain mata dengan pemecah belah bangsa". Pengirim karangan bunga mengatasnamakan Group Blok Q Cintai Damai dan Lawan Radikalisme.

Karangan bunga dikirim setelah Menko Polhukam Wiranto mengumumkan rencana pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, ‎Senin (8/5/2017).

Aksi mengirim karangan bunga untuk pejabat negara terjadi dalam beberapa pekan terakhir. ‎Awalnya ribuan karangan bunga berisi ucapan terima kasih kepada a Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI Jakarta .

Tidak lama kemudian, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mendapat kiriman serupa. Tak ketinggalan juga Presiden Joko Widodo ikut menerima kirima bunga yang tidak dikenal siapa pengirimnya.

Sebelumnya, aksi mengirim bunga ke berbagai instansi pemerintah menjadi perhatian publik. Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni, menilai fenomena karangan bunga terkait dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Apalagi, kata dia, pesan yang disampaikan melalui karangan bunga ke berbagai tempat hampir sama, yakni mendikotomikan kebinekaan versus gerakan Islam.

"Fenomena karangan bunga tidak terlepas dari pertarungan Pilgub Jakarta, di mana pada waktu itu untuk membendung gerakan Islam digunakanlah isu-isu kebinekaan sebagai tandingannya," kata Sya'roni, Kamis (4/5/2017). (Baca Juga: Karangan Bunga dan Perang Urat Saraf Gaya Baru )

Menurut dia, jika sebelumnya medan tempur berlangsung di dunia maya dengan masing-masing kubu memiliki cyber army (pasukan siber) maka sekarang ada upaya menggeser medan laga, lebih tepatnya dari cyber war menuju flower war.

Menurut dia, flower war menunjukkan sikap yang tidak kesatria dan seolah-olah belum sepenuhnya menerima hasil dari proses demokrasi.
(dam)
Berita Terkait
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Tampang Empat Anggota...
Tampang Empat Anggota GRIB Jaya Pelaku Perusakan Aset PT KAI di Semarang
Dodi Reza Alex Noerdin...
Dodi Reza Alex Noerdin Hadiri Silaturahmi dengan Ketum Ormas MKGR
Jambore Tuntas Dilaksanakan,...
Jambore Tuntas Dilaksanakan, AMP Lahirkan Kader Pelopor
Sebanyak 150 Ormas Ikut...
Sebanyak 150 Ormas Ikut Jambore Ormas Jabar 2024
Muktamar XXI Mathla’ul...
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Resmi Dibuka, Menag Tegaskan Pentingnya Peran Organisasi Keagamaan
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved