Bunga untuk Kapolri-Jokowi Diduga Masih Terkait Pilgub Jakarta
Rabu, 03 Mei 2017 - 16:40 WIB
Bunga untuk Kapolri-Jokowi Diduga Masih Terkait Pilgub Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Aksi mengirim ucapan melalui karangan bunga secara masif ternyata masih terus berlanjut. Hari ini puluhan karangan bunga membanjiri Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Melalui karangan bunga, pengirim mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Tirto Karnavian. Tidak sedikit pengirim karangan bunga yang mengucapkan terima kasih kepada Tito karena telah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. (Baca Juga: Karangan Bunga Bikin Kapolri Merasa Termotivasi )
Adapula karangan bunga yang berisi dukungan agar Polri membubarkan ormas radikal. Tidak hanya kepada Kapolri, karangan bunga juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditempatkan di depan Gedung Sekretariat Negara, Jakarta.
Sebelumnya, ratusan karangan bunga juga dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta. Dengan berbagai gaya bahasa, pengirim bunga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Tidak sedikit pesan yang tertulis di atas karangan bunga "bernada" nyinyir dan provokatif. (Baca Juga: Pesan Karangan Bunga untuk Ahok Provokati f)
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno menilai fenomena pengiriman karangan bunga secara masif masih terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
"Saling sindir, saling bully, bahkan saling nyinyir makin memenuhi ruang publik Jakarta yang gaduh," kata Adi kepada SINDOnews, Rabu (3/5/2017).
Aksi saling sindir dan nyinyir terbaru adalah soal ratusan karangan bunga yang dikirim untuk Ahok-Djarot. Dia menduga bagi pendukung Ahok-Djarot, karangan bunga itu sebagai bentuk apresiasi mereka yang menilai keduanya telah berhasil selama memimpin ibukota.
"Begitulah kira-kira pesan tersirat dari karangan bunga itu," ujar Adi.
Adi mengatakan, karangan bunga yang terkesan massf dan berlebihan itu ditengarahi sebagai by design untuk "menutup luka" yang belum sembuh seutuhnya akibat kekalahan pada pilgub.
Namun anehnya, kata Adi, aksi mengirim karangan bunga tidak hanya ditujukan kepada Ahok-Djarot. Belakangan karangan bunga juga diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Karangan berupa dukungan untuk tetap menjaga NKRI, melawan terorisme, dan lain-lain itu ditengarai masih menjadi bagian dari hiruk pikuk pilkada jakarta yang belum usai," katanya.
Melalui karangan bunga, pengirim mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Tirto Karnavian. Tidak sedikit pengirim karangan bunga yang mengucapkan terima kasih kepada Tito karena telah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. (Baca Juga: Karangan Bunga Bikin Kapolri Merasa Termotivasi )
Adapula karangan bunga yang berisi dukungan agar Polri membubarkan ormas radikal. Tidak hanya kepada Kapolri, karangan bunga juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditempatkan di depan Gedung Sekretariat Negara, Jakarta.
Sebelumnya, ratusan karangan bunga juga dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta. Dengan berbagai gaya bahasa, pengirim bunga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Tidak sedikit pesan yang tertulis di atas karangan bunga "bernada" nyinyir dan provokatif. (Baca Juga: Pesan Karangan Bunga untuk Ahok Provokati f)
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno menilai fenomena pengiriman karangan bunga secara masif masih terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
"Saling sindir, saling bully, bahkan saling nyinyir makin memenuhi ruang publik Jakarta yang gaduh," kata Adi kepada SINDOnews, Rabu (3/5/2017).
Aksi saling sindir dan nyinyir terbaru adalah soal ratusan karangan bunga yang dikirim untuk Ahok-Djarot. Dia menduga bagi pendukung Ahok-Djarot, karangan bunga itu sebagai bentuk apresiasi mereka yang menilai keduanya telah berhasil selama memimpin ibukota.
"Begitulah kira-kira pesan tersirat dari karangan bunga itu," ujar Adi.
Adi mengatakan, karangan bunga yang terkesan massf dan berlebihan itu ditengarahi sebagai by design untuk "menutup luka" yang belum sembuh seutuhnya akibat kekalahan pada pilgub.
Namun anehnya, kata Adi, aksi mengirim karangan bunga tidak hanya ditujukan kepada Ahok-Djarot. Belakangan karangan bunga juga diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Karangan berupa dukungan untuk tetap menjaga NKRI, melawan terorisme, dan lain-lain itu ditengarai masih menjadi bagian dari hiruk pikuk pilkada jakarta yang belum usai," katanya.
(dam)