Anas Sebut Keterangan Nazaruddin Banyak yang Tidak Konsisten
Kamis, 06 April 2017 - 18:09 WIB
Anas Sebut Keterangan Nazaruddin Banyak yang Tidak Konsisten
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan kepadanya terkait aliran uang korupsi e-KTP. Saat ditanya para awak media terkait keterangan banyak saksi yang menyebutkan keterlibatannya, Anas tetap membantah.
"Banyak saksi itu siapa. Saksi yang ngomong itu cuma satu orang. Makhluk itu," ucap Anas saat ditemui usai persidangan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).
Pernyataan Anas terkait makhluk yang memberikan kesaksian di atas merujuk pada kesaksian mantan Bendahara Fraksi Demokrat M Nazaruddin. Dalam persidangan, Anas mengeluh kerap difitnah oleh Nazaruddin.
Anas mengatakan, banyak keterangan Nazaruddin yang tidak konsisten dengan isi BAP. Menurutnya, banyak peristiwa yang dikarang Nazaruddin. Salah satunya terkait aliran uang proyek e-KTP ke Partai Demokrat.
Soal fitnah Nazaruddin, Anas pun kembali membuka cerita lama kasus korupsi Hambalang yang membuatnya jadi terpidana. Anas mengatakan, kasus Hambalang bermula dari fitnah Nazaruddin yang menyebutnya menerima mobil Harrier dari mantan pejabat PT Adi Karya.
(Baca juga: Anas Kutip Pernyataan Cak Lontong, Kenal Saja Tidak Mikir Dong)
Namun demikian, dalam vonis hakim pemberian mobil itu tidak terbukti. Kini, kata kata Anas, Nazaruddin mulai mengarang cerita lagi di kasus e-KTP.
"Seluruh proses rangkaian dari dulu itu kelihatan sekali bahwa memang ada semacam pesanan dari kepentingan pihak lain. Pihak lain itu siapa, ya sampean simpulkan sendiri," ucap Anas.
Karenanya, Anas meminta kepada majelis hakim agar dikonfrontir dengan Nazaruddin serta pihak-pihak yang disebut berhubungan dengan dirinya dalam kasus e-KTP.
"Banyak saksi itu siapa. Saksi yang ngomong itu cuma satu orang. Makhluk itu," ucap Anas saat ditemui usai persidangan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).
Pernyataan Anas terkait makhluk yang memberikan kesaksian di atas merujuk pada kesaksian mantan Bendahara Fraksi Demokrat M Nazaruddin. Dalam persidangan, Anas mengeluh kerap difitnah oleh Nazaruddin.
Anas mengatakan, banyak keterangan Nazaruddin yang tidak konsisten dengan isi BAP. Menurutnya, banyak peristiwa yang dikarang Nazaruddin. Salah satunya terkait aliran uang proyek e-KTP ke Partai Demokrat.
Soal fitnah Nazaruddin, Anas pun kembali membuka cerita lama kasus korupsi Hambalang yang membuatnya jadi terpidana. Anas mengatakan, kasus Hambalang bermula dari fitnah Nazaruddin yang menyebutnya menerima mobil Harrier dari mantan pejabat PT Adi Karya.
(Baca juga: Anas Kutip Pernyataan Cak Lontong, Kenal Saja Tidak Mikir Dong)
Namun demikian, dalam vonis hakim pemberian mobil itu tidak terbukti. Kini, kata kata Anas, Nazaruddin mulai mengarang cerita lagi di kasus e-KTP.
"Seluruh proses rangkaian dari dulu itu kelihatan sekali bahwa memang ada semacam pesanan dari kepentingan pihak lain. Pihak lain itu siapa, ya sampean simpulkan sendiri," ucap Anas.
Karenanya, Anas meminta kepada majelis hakim agar dikonfrontir dengan Nazaruddin serta pihak-pihak yang disebut berhubungan dengan dirinya dalam kasus e-KTP.
(maf)