Kunjungi Rakyat Bengkulu, HT Ungkap Solusi Persoalan Masyarakat

Kamis, 06 April 2017 - 00:35 WIB
Kunjungi Rakyat Bengkulu,...
Kunjungi Rakyat Bengkulu, HT Ungkap Solusi Persoalan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo disambut jajaran Redaksi Rakyat Bengkulu di Bengkulu, Rabu 5 April 2017.

Dalam kunjungan tersebut, pria yang biasa disapa HT ini memaparkan tentang berbagai hal, salah satunya bidang ekonomi. “Kita tidak sekompetitif dulu, 1980-1990an ekonomi berbasis produksi. Saat ini 70% ekonomi ditopang konsumsi,” kata HT di Kantor Redaksi Rakyat Bengkulu.

Menurut HT, ekonomi berbasis konsumsi tidak menciptakan lapangan pekerjaan. Padahal, kata dia, pertumbuhan penduduk Indonesia sangat pesat. Bertambah sekitar 5 juta jiwa setiap dua tahun.

Jika tidak diimbangi lapangan pekerjaan yang memadai, kata dia, pengangguran akan semakin banyak. Kondisi tersebut akan memicu kenaikan angka kasus kriminalitas.

"Indonesia harus segera dibenahi. Sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikelola negara. Bukan hanya menggenjot pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun manusianya," tutur HT.

Menurut dia, Indonesia bisa cepat maju bila masyarakat dibangun dengan keberpihakan. “Dibutuhkan keberpihakan agar masyarakat produktif berkembang pesat,” ujarnya.

HT juga mengatakan pemerintah harus memperhatikan nasib petani yang mayoritas hanya penggarap, bukan pemilik lahan.

Kenyataan itu, kata HT, bisa mengancam nasib petani ke depan. "Mereka bisa kehilangan lahan garapannya kapan saja, saat sang pemilik menjualnya. Selain itu mereka butuh peralatan modern agar produktivitas meningkat," tandasnya.

Tidak kalah penting, kata dia, petani membutuhkan proteksi semisal penutupan keran impor saat panen. Selama ini, harga jual hasil panen petani kerap jatuh karena harus bersaing dengan produk impor.

HT yakin produktivitas dan kesejahteraan petani akan meningkat jika mendapatkan perlakuan khusus. Tidak hanya usaha kecil dan petani, lanjut dia, nelayan dan masyarakat yang tertinggal lainnya harus dibangun dengan keberpihakan
(dam)
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Presiden Jokowi: Parpol...
Presiden Jokowi: Parpol Harus Hati-hati Pilih Capres dan Cawapres
Partai Perindo: Mars...
Partai Perindo: Mars Partai Perindo dengan QR Code
Profile Partai Perindo
Profile Partai Perindo
Rakernas Partai Perindo...
Rakernas Partai Perindo 2022, Hari Ke-2 Pembekalan DPW Partai Perindo
TGB Gabung Partai Perindo
TGB Gabung Partai Perindo
Berita Terkini
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved