HT: Pembangunan Harus Bisa Dinikmati Masyarakat
Jum'at, 17 Maret 2017 - 00:18 WIB
HT: Pembangunan Harus Bisa Dinikmati Masyarakat
A
A
A
TANGERANG - Membangun negara dinilai tidak hanya mengenai persentase pertumbuhan ekonomi, tapi juga sejauh mana pertimbuhan ekonomi bisa dinikmati masyarakat.
“Membangun negara bukan membangun makronya saja. Mikronya, distribusi pertumbuhan harus baik,” kata Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 104 DPRt Partai Perindo Kota Tangerang, Kamis (16/3/2017).
HT mengatakan, distribusi pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan oleh masyarakat bawah. Selama ini, lanjut HT, Indonesia menerapkan konsep yang keliru, yaitu kapitalisme, satu aturan yang berlaku untuk semua.
Sistem tersebut dinilainya menyebabkan masyarakat yang mapan berhadapan dengan yang belum mapan. "Akibatnya kesenjangan sosial. Masyarakat ekonomi lemah terpuruk tidak bisa bertumbuh," kata HT.
Kondisi tersebut dikatakan HT semakin kompleks dengan diterapkannya pasar bebas. Alhasil, kata dia, masyarakat kecil harus berhadap-hadapan dengan persaingan dengan negara lain. Termasuk dalam hal tenaga kerja. Padahal di Indonesia, masyarakat masih kesulitan mendapatkan lapangan kerja.
"Akibat penerapan kapitalisme dan pasar bebas, pertumbuhan ekonomi terkonsentrasi ke masyarakat yang memiliki uang dan kekuasaan yang sebagian besar berada di kota-kota besar," tutur HT.
Seharusnya, kata HT, masyarakat, khususnya yang hidup di daerah diberi perlakuan khusus didorong agar maju. Masyarakat menengah bawah, kata dia, didorong agar naik kelas menjadi menengah. Begitu juga masyarakat menengah didorong untuk ke atas, begitu seterusnya.
“Semua orang ingin maju, tapi masyarakat kecil tidak tahu caranya. Harus dibimbing, ada keberpihakan kebijakan yang memberikan kesempatan mereka maju,” kata HT.
Masyarakat, lanjut dia, tidak bisa dilepas sendiri. Mereka, kata HT, perlu diajari dan difasilitasi agar bisa lebih cepat maju. Tidak kalah penting, mereka juga harus mendapatkan proteksi atau perlindungan.
HT mengatakan, konsep Partai Perindo membangun kesejahteraan dan pendidikan masyarakat untuk mendorong peningkatan daya saing dan menciptakan lapangan kerja.
“Bangun daerah satu per satu sehingga daerah menjadi pilar ekonomi. Kalau daerah disubsidi dari pusat terus, kapan kita bisa maju?” ungkapnya
Menurut dia, semua itu membutuhkan kebijakan tepat. HT berpesan kepada kader untuk berjuang sepenuh hati dan militan membesarkan Partai Perindo agar bisa membuat perubahan sesuai perjuangan partai, yakni membawa Indonesia menjadi negara maju.
Dengan demikian, kata HT, negara bisa membantu masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, hunian yang layak maupun pekerjaan.
“Membangun negara bukan membangun makronya saja. Mikronya, distribusi pertumbuhan harus baik,” kata Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 104 DPRt Partai Perindo Kota Tangerang, Kamis (16/3/2017).
HT mengatakan, distribusi pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan oleh masyarakat bawah. Selama ini, lanjut HT, Indonesia menerapkan konsep yang keliru, yaitu kapitalisme, satu aturan yang berlaku untuk semua.
Sistem tersebut dinilainya menyebabkan masyarakat yang mapan berhadapan dengan yang belum mapan. "Akibatnya kesenjangan sosial. Masyarakat ekonomi lemah terpuruk tidak bisa bertumbuh," kata HT.
Kondisi tersebut dikatakan HT semakin kompleks dengan diterapkannya pasar bebas. Alhasil, kata dia, masyarakat kecil harus berhadap-hadapan dengan persaingan dengan negara lain. Termasuk dalam hal tenaga kerja. Padahal di Indonesia, masyarakat masih kesulitan mendapatkan lapangan kerja.
"Akibat penerapan kapitalisme dan pasar bebas, pertumbuhan ekonomi terkonsentrasi ke masyarakat yang memiliki uang dan kekuasaan yang sebagian besar berada di kota-kota besar," tutur HT.
Seharusnya, kata HT, masyarakat, khususnya yang hidup di daerah diberi perlakuan khusus didorong agar maju. Masyarakat menengah bawah, kata dia, didorong agar naik kelas menjadi menengah. Begitu juga masyarakat menengah didorong untuk ke atas, begitu seterusnya.
“Semua orang ingin maju, tapi masyarakat kecil tidak tahu caranya. Harus dibimbing, ada keberpihakan kebijakan yang memberikan kesempatan mereka maju,” kata HT.
Masyarakat, lanjut dia, tidak bisa dilepas sendiri. Mereka, kata HT, perlu diajari dan difasilitasi agar bisa lebih cepat maju. Tidak kalah penting, mereka juga harus mendapatkan proteksi atau perlindungan.
HT mengatakan, konsep Partai Perindo membangun kesejahteraan dan pendidikan masyarakat untuk mendorong peningkatan daya saing dan menciptakan lapangan kerja.
“Bangun daerah satu per satu sehingga daerah menjadi pilar ekonomi. Kalau daerah disubsidi dari pusat terus, kapan kita bisa maju?” ungkapnya
Menurut dia, semua itu membutuhkan kebijakan tepat. HT berpesan kepada kader untuk berjuang sepenuh hati dan militan membesarkan Partai Perindo agar bisa membuat perubahan sesuai perjuangan partai, yakni membawa Indonesia menjadi negara maju.
Dengan demikian, kata HT, negara bisa membantu masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, hunian yang layak maupun pekerjaan.
(dam)