Menristek Dikti: Kasus E-KTP Memalukan dan Mengecewakan

Jum'at, 10 Maret 2017 - 14:51 WIB
Menristek Dikti: Kasus...
Menristek Dikti: Kasus E-KTP Memalukan dan Mengecewakan
A A A
YOGYAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir melihat skandal kasus korupsi berjamaah dalam proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), sangat memalukan.

Terlebih menurut M Nasir, ada sejumlah nama dari kalangan elite beberapa partai politik (parpol) diduga terlibat dalam kasus itu. "Sangat memalukan dan sangat mengecewakan," kata Nasir di Yogyakarta, Jum'at (10/3/2017).

Menurutnya, uang negara itu merupakan uang rakyat untuk membangun sebuah manajemen atau administrasi kewarganegaraan dengan e-KTP yang cangih dan modern. "Ternyata, anggarannya di-mark up, dibagi-bagi, sampai kalau tidak salah 49%. Itu keterlaluan," ucapnya.

Nasir mengaku, tidak mengetahui apakah informasi yang dibaca melalui media terkait korupsi berjamaah itu benar adanya atau tidak. Terlebih, nilai uang yang cukup fantastis.

"Itu bukan korupsi lagi namanya, tapi garong, maling. Beda dengan maaf ya misal Rp10 juta, Rp20 juta, itu korupsi. Kalau sudah triliunan, itu sudah garong namanya," tandasnya.

Nasir juga melihat, parpol belum berhasil dalam memberikan pendidikan politik pada kadernhya. Dia melihat dengan skandal yang melibatkan banyak parpol itu, manajemen parpol kurang bagus. "Pendidikan politik pada kader-kadernya belum berhasil, masih amburadul," ujarnya.

Saat ditanya langkah KPK dalam pengungkapan kasus ini, Nasir sangat mendukung lembaga tersebut. Nasir mendukung upaya KPK untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi. "Saya dukung KPK dalam bersih-bersih tanpa pandang bulu karena ini mengerikan," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Cara Membuat Watermark...
Cara Membuat Watermark Pada e-KTP
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved