Kata KSAU Soal Nasib Helikopter AW101 yang Sudah Tiba di Indonesia
Rabu, 08 Februari 2017 - 16:24 WIB
Kata KSAU Soal Nasib Helikopter AW101 yang Sudah Tiba di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Satu unit Helikopter Agusta Wesland (AW) 101 jenis VVIP telah mendarat di Indonesia. Kini, helikopter pabrikan perusahaan asal Italia dan Inggris itu teronggok di salah satu hanggar pesawat di Lanud Halim Perdanakusuma.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, belum mengetahui bagaimana nasib helikopter yang dipesan pada era KSAU sebelumnya, Marsekal (purn) Agus Surpiatna tersebut.
Hadi mengatakan, TNI AU tengah melakukan investigasi terkait pengadaan helikopter itu. Tim investigasi TNI AU bergerak seirama dengan tim yang dibentuk Panglima TNI. Saat investigasi usai, Hadi mengatakan, panglima TNI yang berwenang menentukan nasib heli AW101.
"Sesuai mekanisme, operasi perencanaan itu panglima TNI yang menentukan," kata Hadi saat meninjau Markas Wing I Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017).
Dalam kesempatan itu, Hadi kembali menegskan, pengadaan Helikopter AW101 jenis VVIP yang kini sudah tiba di Indonesia berasal dari anggaran unit organisasi di Angkatan Udara. TNI AU, kata Hadi, bisa menganggarkan alutsista apabila digunakan secara khusus.
"Pada waktu itu kekhususannya adalah akan mengadakan heli VVIP. Namun karena perkembangan situasi, akhirnya presiden memutuskan digaglkan dan tidak jadi," ucap Hadi.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, belum mengetahui bagaimana nasib helikopter yang dipesan pada era KSAU sebelumnya, Marsekal (purn) Agus Surpiatna tersebut.
Hadi mengatakan, TNI AU tengah melakukan investigasi terkait pengadaan helikopter itu. Tim investigasi TNI AU bergerak seirama dengan tim yang dibentuk Panglima TNI. Saat investigasi usai, Hadi mengatakan, panglima TNI yang berwenang menentukan nasib heli AW101.
"Sesuai mekanisme, operasi perencanaan itu panglima TNI yang menentukan," kata Hadi saat meninjau Markas Wing I Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017).
Dalam kesempatan itu, Hadi kembali menegskan, pengadaan Helikopter AW101 jenis VVIP yang kini sudah tiba di Indonesia berasal dari anggaran unit organisasi di Angkatan Udara. TNI AU, kata Hadi, bisa menganggarkan alutsista apabila digunakan secara khusus.
"Pada waktu itu kekhususannya adalah akan mengadakan heli VVIP. Namun karena perkembangan situasi, akhirnya presiden memutuskan digaglkan dan tidak jadi," ucap Hadi.
(maf)