HT Sebut Kebijakan Donald Trump Tak Berani Ditiru Indonesia

Rabu, 25 Januari 2017 - 18:13 WIB
HT Sebut Kebijakan Donald...
HT Sebut Kebijakan Donald Trump Tak Berani Ditiru Indonesia
A A A
BANDUNG - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) pekan lalu berada di Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri undangan pelantikan Presiden AS Donald Trump.

Di hadapan para pengurus DPW Partai Perindo dan organisasi sayap Partai Perindo Jawa Barat, dia bercerita soal pengalamannya selama berada di AS sekira sepekan.

HT menyebut pengalamannya di sana sebagai hal luar biasa. Apalagi, dia mengikuti seluruh rangkaian pelantikan Donald Trump sebagai orang nomor satu di negara adidaya tersebut.

Tapi dari sederet pengalaman menarik, ada bagian yang membuatnya terkesan dengan sosok Donald Trump yaitu saat pidato. Menurutnya, Trump menjelaskan bahwa di negara maju ketika pasar bebas diterapkan, tetap ada kesenjangan sosial. Bahkan banyak masyarakat Amerika yang menganggur.

"Tapi karena negara kuat, nganggur masih bisa disantuni (negara), diberikan santunan," kata HT.

Kondisi itu berbeda dengan Indonesia yang masih negara berkembang yang kesenjangan sosialnya tinggi. Akibatnya, pengangguran di Indonesia hidupnya terpuruk. "Beda dengan di negara maju, negaranya mampu untuk hadir membantu masyarakatnya," ucapnya.

"Yang dia (Trump) lakukan dalam pidatonya dengan tegas dia katakan 'saya akan minta pabrik-pabrik Amerika yang ada di luar negeri untuk pindah'," ungkapnya.

HT pun memuji pernyataan Trump tersebut. Sebab tidak semua kepala negara berani melakukan hal itu, termasuk Indonesia. "Memindahkan pabriknya ke Amerika untuk menciptakan lapangan kerja, wah itu keputusan yang berani luar biasa. Indonesia enggak berani melakukan itu," jelas HT.

Dia kemudian mengajak seluruh kader Perindo bergerak aktif agar menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Sebab, selama 71 tahun merdeka, Indonesia masih berkutat dengan status sebagai negara berkembang.

Jika Indonesia menjadi negara maju, maka kemakmuran akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Sementara saat ini, kemakmuran hanya bisa dirasakan oleh sebagian masyarakat, itu pun mayoritas hanya di kota besar.

"Tidak perlu menyalakan salah siapa. Intinya ke depan, tantangan kita ke depan bagaimana membangun Indonesia menuju Indonesia maju, bukan berkembang terus. Karena rakyat bisa makmur kalau Indonesia maju. Tidak mungkin rakyat makmur kalau negara tidak maju," jelas HT.
(kri)
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Presiden Jokowi: Parpol...
Presiden Jokowi: Parpol Harus Hati-hati Pilih Capres dan Cawapres
Partai Perindo: Mars...
Partai Perindo: Mars Partai Perindo dengan QR Code
Profile Partai Perindo
Profile Partai Perindo
Rakernas Partai Perindo...
Rakernas Partai Perindo 2022, Hari Ke-2 Pembekalan DPW Partai Perindo
TGB Gabung Partai Perindo
TGB Gabung Partai Perindo
Berita Terkini
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
Mobil Inafis Polres...
Mobil Inafis Polres Jakpus Sambangi Kantor BGN, Ada Apa?
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved