Agus: Jalan 180 Km dari Sukabumi Tekad Saya Kuat Temui Pak HT
Selasa, 10 Januari 2017 - 01:59 WIB
Agus: Jalan 180 Km dari Sukabumi Tekad Saya Kuat Temui Pak HT
A
A
A
JAKARTA - Ditemui di Kantor DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Jalan Diponegoro Jakarta, Agus Supriyanto yang berjalan kaki sekitar 180 km dari kampungnya di Sukabumi, Jawa Barat, untuk bertemu Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengaku tekad kuat lah yang membuatnya bertahan mewujudkan keinginan yang terlecut dari mimpi ketika tidur.
"Ketika di UKI Cawang menuju ke sini badan sudah lemas. Tapi mental saya kuat temui Pak HT jalan kaki dari kampung," ujar Agus, Senin 9 Januari 2017.
Lelaki berusia lima dekade itu berjalan tertatih karena baru sampai sekitar pukul 11.00 WIB pagi. Kakinya tampak menghitam bekas debu jalanan dan sebagian melepuh. Beberapa luka kecil ditutupinya dengan plester.
"Saya ingat niat ketika mimpi bertemu Pak HT, bersalaman. Itulah yang menguatkan saya," katanya.
Selain karena mimpi bertemu HT, tekadnya berjalan kaki juga didorong oleh istri, dua putri dan masyarakat setempat. Bahkan putri bungsunya yang berusia 12 tahun, Angriana Sinta Dewi Aurina sangat gandrung dengan Mars Perindo.
"Tiap hari sering nyanyi Mars Perindo dengan semangat. Itu juga yang membuat saya semakin bertekad, selain ingin agar Partai Perindo sampai di desa kami," jelas Agus.
Agus mengaku lega dengan sambutan hangat Partai Perindo setibanya dia di Jakarta.
Meskipun hidup seadanya di kampung, mantan satpam ini sebenarnya sosok multi talenta. Dia terampil membuat ukiran dari acian semen, meubel dan pertukangan.
"Saya biasa bikin ukiran dari acian semen yang sudah keras. Modalnya cuma dipahat pakai sendok. Tapi kalo dikembangkan di desa susah, karena tentu mahal dan masyarakat di sini kan ekonominya lemah," urainya.
Ketika ditanya apakah dia mengharapkan bantuan untuk dirinya mengembangkan usaha, dia menggelengkan kepala. Dia cuma ingin bertemu dengan HT, dan meyakini Perindo akan mampu mensejahterakan rakyat dengan berbagai programnya, termasuk warga desanya.
"Ketika di UKI Cawang menuju ke sini badan sudah lemas. Tapi mental saya kuat temui Pak HT jalan kaki dari kampung," ujar Agus, Senin 9 Januari 2017.
Lelaki berusia lima dekade itu berjalan tertatih karena baru sampai sekitar pukul 11.00 WIB pagi. Kakinya tampak menghitam bekas debu jalanan dan sebagian melepuh. Beberapa luka kecil ditutupinya dengan plester.
"Saya ingat niat ketika mimpi bertemu Pak HT, bersalaman. Itulah yang menguatkan saya," katanya.
Selain karena mimpi bertemu HT, tekadnya berjalan kaki juga didorong oleh istri, dua putri dan masyarakat setempat. Bahkan putri bungsunya yang berusia 12 tahun, Angriana Sinta Dewi Aurina sangat gandrung dengan Mars Perindo.
"Tiap hari sering nyanyi Mars Perindo dengan semangat. Itu juga yang membuat saya semakin bertekad, selain ingin agar Partai Perindo sampai di desa kami," jelas Agus.
Agus mengaku lega dengan sambutan hangat Partai Perindo setibanya dia di Jakarta.
Meskipun hidup seadanya di kampung, mantan satpam ini sebenarnya sosok multi talenta. Dia terampil membuat ukiran dari acian semen, meubel dan pertukangan.
"Saya biasa bikin ukiran dari acian semen yang sudah keras. Modalnya cuma dipahat pakai sendok. Tapi kalo dikembangkan di desa susah, karena tentu mahal dan masyarakat di sini kan ekonominya lemah," urainya.
Ketika ditanya apakah dia mengharapkan bantuan untuk dirinya mengembangkan usaha, dia menggelengkan kepala. Dia cuma ingin bertemu dengan HT, dan meyakini Perindo akan mampu mensejahterakan rakyat dengan berbagai programnya, termasuk warga desanya.
(mhd)