Pemerintah Harus Ambil Langkah Cepat Atasi Intoleransi di Medsos

Rabu, 04 Januari 2017 - 15:59 WIB
Pemerintah Harus Ambil...
Pemerintah Harus Ambil Langkah Cepat Atasi Intoleransi di Medsos
A A A
JAKARTA - Media sosial (medsos) menjadi ranah yang paling krusial untuk menimbulkan perpecahan. Intoleransi yang sangat massif terjadi di medsos harus dituntaskan dengan serius.

"Belakangan ini mulai sangat terlihat adanya intoleransi antarumat beragama dan peredarannya begitu massif di media sosial," kata Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Perindo Ricky Margono, di Jakarta, Sabtu 31 Desember 2016.

Menurutnya, toleransi dan kebangsaan sangat jelas diamanatkan dalam konstitusi UUD 1945. Pemerintah sebagai pengemban amanat konstitusi harus menjamin setiap warga negara.

Karenanya, Ricky berharap pemerintah lebih serius untuk mengatasi permasalahan intoleransi tersebut. "Anehnya pemerintah hanya terlihat pasif menanggapinya. Padahal ini bukan hal yang sepele. Ini merupakan potensi pemecah belah bangsa," tegas Ricky.

Jika tidak diatasi dengan cepat dan tepat, maka permasalahan ini akan meluas dan tidak hanya menyinggung masalah agama.

"Pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi permasalahan intoleransi ini, karena bisa berakibat fatal bagi kelangsungan bangsa," ujarnya.

Potensi perpecahan juga bisa terjadi akibat berita bohong (hoax) yang lagi-lagi marak di media sosial. Pasalnya masyarakat sulit membedakan antara berita yang sesuai fakta dengan yang fiktif.

"Kekisruhan akan terjadi. Bahkan yang terburuk adalah perpecahan bangsa akibat berita bohong tersebut," tambah Ricky.

Tak hanya sampai di situ, dampak buruk dari perpecahan juga akan memengaruhi ekonomi, keamanan, dan tidak ada rasa kebangsaan.

"Karenanya pemerintah harus mengambil langkah konkret penyelamatan. Jangan lamban untuk melakukan hal tersebut," lanjutnya.
(maf)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Teknologi Machine Learning...
Teknologi Machine Learning Bikin Aman dan Nyaman Bersosial Media
Berita Terkini
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved