PPP Berharap Tidak Ada Intervensi di Sidang Kasus Ahok

Senin, 12 Desember 2016 - 04:42 WIB
PPP Berharap Tidak Ada...
PPP Berharap Tidak Ada Intervensi di Sidang Kasus Ahok
A A A
BOGOR - Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy berharap kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dilakukan secara imparsial alias independen bebas dari intervensi.

"Kami berharap dalam kasus Ahok ini, dilakukan secara imparsial, tidak perlu ada intervensi baik pemerintah, presiden, apalagi parpol. Jadi biarkan proses hukum berjalan secara independen terhadap siapapun," jelas Romi di Bogor, Minggu (11/12/2016).

Terkait proses hukum yang saat ini sudah memasuki peradilan dan banyak masyarakat menghendaki persidangan digelar secara terbuka.

"Soal peradilan terbuka atau tidak itu diserahkan kepada jurnalis televisi di Indonesia dengan mempertimbangkan maslahat dan madharatnya," ucapnya.

Sikap ini sesuai dengan alasan pihaknya bergabung bersama pemerintah. Dalam pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemantapan politik kebangsaan di tengah keberagaman.

"Karena ancaman intoleransi yang belum lama ini muncul dan beberapa saat lalu muncul adanya radikalisme, itu mengganggu nilai-nilai kebangsaan dan persatuan kita. Tentu, itu yang pertama kita sepakati dengan Presidenw," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membicarakan bagaimana melakukan softlanding terhadap tuntutan umat Islam yang saat itu muncul dalam bentuk aksi 411 dan 212.

"Kesepakatan dengan Presiden itu termasuk softlanding, dalam rangka memastikan proses hukum sesuai dengan perundang-undangan dan hukum yang berlaku," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pihaknya juga dengan presiden memastikan kemantapannya untuk bersama-sama berkoalisi dan mengawal pemerintahan Jokowi-JK hingga berakhir yang ditandai dengan sidang paripurna 2018 akan datang.

“Karena itu ketegasan PPP dalam koalisi dalam rangka memantapkan, untuk tahun 2019, PPP juga tidak ragù terhadap Jokowi-JK, yang mampu mepertahankan ekonomi nasional di tengah menurunnnya ekonomi dunia," ungkap Romi.
(maf)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Trump Dituduh Melakukan...
Trump Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Model
Kronologi Pelecehan...
Kronologi Pelecehan terhadap Jurnalis Perempuan di KRL
Demonstran di Pandeglang...
Demonstran di Pandeglang Diduga Lecehkan Wartawan, Polisi Periksa Saksi
Menag Imbau Panitia...
Menag Imbau Panitia Pengajian Ikut Jaga Keamanan Ulama
Duh, Masih Banyak Saja...
Duh, Masih Banyak Saja Pelecehan Terhadap Pekerja Perempuan
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved