Jokowi Diyakini Tak Abaikan Tuntutan Massa Aksi 212
Senin, 05 Desember 2016 - 18:16 WIB
Jokowi Diyakini Tak Abaikan Tuntutan Massa Aksi 212
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran Presiden Joko Widodo di tengah massa Aksi Bela Islam III di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember lalu mendapatkan tanggapan positif.
Ketua Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsee menilai kehadiran Jokowi menunjukkan sikap kenegarawanan yang melihat Islam di Indonesia sebagai kekuatan sosial politik dan bagian kebinekaan bangsa.
"Jokowi memandang Islam tidak sekadar sebagai agama mayoritas tapi juga peradaban yang mempengaruhi jalan sejarah dan budaya bangsa," tutur Fahmi kepada SINDOnews, Senin (5/12/2016). (Baca juga: Usai Salat Jumat di Monas, Jokowi Diteriaki Yel-yel Tangkap Ahok)
Fahmi mengatakan, kehadiran Jokowi juga menjadi jawaban masyarakat yang menuntut keadilan terkait kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut Fahmi, kehadiran Jokowi menegaskan orang nomor satu di Indonesia itu tidak melindungi tersangka kasus penistaan agama. Bahkan, dia yakin Jokowi justru memberikan sinyal kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus Ahok secara tuntas.
"Bagaimana mungkin Jokowi mengabaikan umat Islam? Kecerobohan Ahok soal Al-Maidah 51 itu menjadi risiko pribadinya.Tidak ada satupun di Bumi Pertiwi yang bisa menjaga mulutnya Ahok," kata Fahmi.
Ketua Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsee menilai kehadiran Jokowi menunjukkan sikap kenegarawanan yang melihat Islam di Indonesia sebagai kekuatan sosial politik dan bagian kebinekaan bangsa.
"Jokowi memandang Islam tidak sekadar sebagai agama mayoritas tapi juga peradaban yang mempengaruhi jalan sejarah dan budaya bangsa," tutur Fahmi kepada SINDOnews, Senin (5/12/2016). (Baca juga: Usai Salat Jumat di Monas, Jokowi Diteriaki Yel-yel Tangkap Ahok)
Fahmi mengatakan, kehadiran Jokowi juga menjadi jawaban masyarakat yang menuntut keadilan terkait kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut Fahmi, kehadiran Jokowi menegaskan orang nomor satu di Indonesia itu tidak melindungi tersangka kasus penistaan agama. Bahkan, dia yakin Jokowi justru memberikan sinyal kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus Ahok secara tuntas.
"Bagaimana mungkin Jokowi mengabaikan umat Islam? Kecerobohan Ahok soal Al-Maidah 51 itu menjadi risiko pribadinya.Tidak ada satupun di Bumi Pertiwi yang bisa menjaga mulutnya Ahok," kata Fahmi.
(dam)