Istimewakan Aksi 412, Pemerintah dan Pendukungnya Beri Contoh Buruk

Senin, 05 Desember 2016 - 15:41 WIB
Istimewakan Aksi 412,...
Istimewakan Aksi 412, Pemerintah dan Pendukungnya Beri Contoh Buruk
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Polri dinilai menggali lubang kubur sendiri. Pasalnya, Polri dianggap memberikan perlakuan berbeda terhadap aksi Bela Islam III Jumat 2 Desember 2016 di Silang Monas dengan aksi kita Indonesia di‎ kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 4 Desember 2016.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengatakan, ‎pemerintah melalui Polri banyak memberikan kesulitan dan hambatan untuk aksi Bela Islam III atau dikenal 212. Namun, lanjut dia, Polri justru memberikan banyak fasilitas untuk aksi Kita Indonesia yang diinisiasi Aliansi Kebangsaan atau dikenal aksi 412.

‎"Ini sama dengan menggali lubang kubur sendiri. Rakyat sudah sangat cerdas memahami hal-hal seperti in‎i," ujar ‎Sodik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Dirinya pun mengajak semua pihak untuk menjadi teladan dalam mematuhi regulasi, apakah tentang netralitas birokrasi ataupun Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Car Free Day.

‎"Jangan kita menggebu mau minta rakyat dan orang lain mematuhi regulasi, tapi kita elite bangsa ini yang memberi teladan melanggar dengan kasat mata," pungkasnya.‎

Diketahui, aksi Kita Indonesia kemarin dianggap melanggar Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Car Free Day. Selain berbau politik, karena banyak bendera Partai Golkar dan Partai Nasdem berkibar, banyak pula tokoh partai politik pendukung pemerintah yang hadir. Taman di sekitar kawasan Car Free Day pun rusak oleh para peserta aksi 412 itu.‎

Sejumlah elite Partai Golkar yang hadir adalah Agung Laksono, Tantowi Yahya, Nurul Arifin, Theo L Sambuaga, Siswono Yudo Husodo. Lalu hadir pula Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan, ‎serta sejumlah politikus Partai Nasdem seperti Irma Suryani Chaniago, Saan Mustopa, dan Enggartiasto Lukita.
(kri)
Berita Terkait
Manajemen Arema FC Tidak...
Manajemen Arema FC Tidak Empati, Aremania Minta Maaf kepada Insan Sepak Bola Indonesia
Pilkada Dipastikan Digelar...
Pilkada Dipastikan Digelar Desember, Jokowi Sudah Teken Perppu
Mengapa 22 Desember...
Mengapa 22 Desember Diperingati sebagai Hari Ibu? Ini Sejarah Lengkapnya
Mantan Ketua Komisi...
Mantan Ketua Komisi II DPR Minta Pilkada Serentak Ditunda hingga 2021
ST-20 Bakal Lawan Kotak...
ST-20 Bakal Lawan Kotak Kosong, Tim Pemenangan: Itu Cuma Isue
Perppu Diteken Jokowi,...
Perppu Diteken Jokowi, Pilkada Serentak Digelar Desember
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved