WNI Kembali Diculik, Komitmen Filipina Diragukan

Selasa, 22 November 2016 - 06:17 WIB
WNI Kembali Diculik,...
WNI Kembali Diculik, Komitmen Filipina Diragukan
A A A
JAKARTA - Penculikan warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata di Filipina kembali terjadi. Kali ini dua WNI itu bernama Safarudin dan Sawal, kapten dan anak buah kapal sebuah kapal Indonesia.

Kedua korban berasal dari Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat. Keduanya diculik saat berada di perairan Sabah, Malaysia yang dekat dengan perbatasan Filipina.

Militer Filipina yang sempat melakukan pengejaran menyatakan kapal penculik lari menuju selatan Filipina.

Menanggapi peristiwa tersebut, DPR meminta komitmen Filipina sebagai negara yang sudah meratifikasi Konvensi Internasional Penyanderaan untuk segera melakukan berbagai tindakan.

"Agar Filipina tidak lagi menjadi safe harbor (pelabuhan yang aman) bagi para pelaku perompakan dan penculikan," kata ‎Anggota Komisi I DPR Charles Honoris‎ dalam keterangan tertulisnya, Senin 21 November 2016.

DPR mengutuk keras kasus penculikan WNI oleh kelompok separatis dari Filipina Selatan itu. Penculikan itu dinilai membuktikan kerja sama antara Kementerian Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Filipina terkait pengamanan jalur-jalur rawan tidak optimal.

Adapun enam poin kesepakatan tiga negara seperti patroli bersama, pertukaran informasi intelijen, sea marshalling dan sebagainya harus segera dilaksanakan secara konsisten.

"Agar pertemuan-pertemuan para Menhan beberapa waktu yang lalu bukan hanya sekadar ajang foto-foto saja," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. (Baca juga: Patroli Bersama Indonesia, Filipina, dan Malaysia Dimulai Bulan Ini)

Kendati demikian, dia menilai masyarakat‎ harus mempercayakan kepada pemerintah terkait upaya-upaya pembebasan. "Jangan lagi ada pihak-pihak tidak terkait yang mencoba-coba menjadi pahlawan kesiangan dan memperumit situasi," paparnya.

Dia mengatakan, pemerintah juga harus segera memberikan pendampingan dan asistensi kepada keluarga para korban penculikan. "Prioritas utama hari ini adalah memulangkan korban penculikan dengan selamat," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved