Rajin Temui Ormas Islam dan Aparat, Ada Apa dengan Jokowi?

Jum'at, 11 November 2016 - 15:38 WIB
Rajin Temui Ormas Islam...
Rajin Temui Ormas Islam dan Aparat, Ada Apa dengan Jokowi?
A A A
JAKARTA - Pasca aksi demonstrasi 4 November 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam lainnya.

Bahkan, Presiden juga menyambangi instansi keamanan seperti Kopassus, Korps Marinir, dan Brimob. (Baca juga: Alasan Jokowi Gencar Sambangi TNI)

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan kendati terlambat, namun langkah Presiden patut diapresiasi sebagai usaha untuk meredakan situasi terkait aksi demonstrasi.

Dia yakin kunjungan Jokowi menemui pimpinan ormas Islam dan institusi keamanan membahas tentang persoalan serius. "Pasti ada agenda serius yang dibicarakan, terutama menyangkut gejolak politik Ibu Kota terkait kasus penistaan agama," kata Adi, Jumat (11/11/2016).

Adi menilai ada beberapa hal yang bisa diamati dari safari politik Presiden. Setidaknya ada dua hal yang mewakili persepsi publik. Pertama, publik menilai Jokowi berkepentingan membuat suasana Jakarta kondusif pasca demonstrasi 4 November dan menyikapi rencana aksi lanjutan pada 25 November mendatang.

Menyikapi situasi itu, dia menduga Jokowi meminta saran kepada tokoh NU dan Muhammadiyah terkait isu penistaan agama. "Jokowi ingin memastikan jika keadaan semakin liar dan tak terkendali, aparat keamanan bisa bergerak cepat mengantisipasi masalah," tuturnya. (Baca juga: Jokowi Kembali Undang Pimpinan Ormas ke Istana)

Kedua, kata dia, publik juga menduga "safari politik" Presiden ke sejumlah ormas Islam menimbulkan kesan sebagai upaya meredam kemarahan umat Islam.

Dengan cara persuasif, kata dia, Presiden berharap gelombang aksi demonstrasi dapat diredam. "Karena pihak kepolisian sudah bekerja untuk menuntaskan kasus (penistaan agama)," tandasnya.

Terkait kunjungan Presiden ke institusi keamanan, dia menilai hal itu bukan sekadar upaya mengantisipasi kemungkinan munculnya tindakan anarkistis.

Dia menduga kunjungan Jokowi juga untuk menakuti umat Islam yang akan terus melakukan demonstrasi hingga kasus penistaan agama tuntas. "Pesannya jelas jika terjadi chaos, aparat keamanan akan bertindak tegas," katanya.

Dia mengatakan, seharusnya Ahok juga melakukan upaya untuk meredam situasi saat ini. "Sejatinya langkah Presiden ini juga dilakukan oleh Ahok untuk melakukan hal sama, yaitu minta maaf secara tulus dan terbuka kepada umat Islam yang sudah terluka," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Komisi I DPR Sebut Surpres...
Komisi I DPR Sebut Surpres Panglima TNI Dikirim Awal November
Jawab Undangan Jokowi,...
Jawab Undangan Jokowi, Elon Musk ke Indonesia November
Temui Chairman Freeport,...
Temui Chairman Freeport, Jokowi Harap Perpanjangan Izin Tambang Selesai Akhir November Ini
Demokrasi Merosot, Jumat...
Demokrasi Merosot, Jumat Aliansi Perempuan Indonesia Demo di Depan Istana
Cuaca Ekstrem Mengancam,...
Cuaca Ekstrem Mengancam, Jabar Siaga I Bencana sejak November 2020 hingga Mei 2021
Mahasiswa di Makassar...
Mahasiswa di Makassar Demo Tolak Kedatangan Jokowi
Berita Terkini
Sastra Indonesia Mendunia:...
Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved