Sidang Umum Interpol Pecahkan Rekor, Kapolri Bangga
Jum'at, 11 November 2016 - 06:29 WIB
Sidang Umum Interpol Pecahkan Rekor, Kapolri Bangga
A
A
A
BALI - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Sidang Umum Interpol kali ini menjadi sejarah baru lantaran peserta yang hadir mencapai 167 negara. Rinciannya, 164 dari negara yang menjadi anggota Interpol, kemudian tiga lagi dari negara yang melakukan observasi.
"Jadi ada 167 negara, ini memecahkan rekor. Baru kali ini Sidang Interpol diikuti peserta yang sangat besar. Inilah prestasi tersendiri," kata Tito Karnavian di BNDCC, Bali, Kamis (10/11/2016).
Menurut Tito, ada beberapa faktor yang membuat penyelenggaraan sidang ini berjalan dengan baik dan ikuti oleh jumlah negara yang banyak. Di antaranya, lokasi penyelenggaraan di Bali yang menyajikan pesona alam mendunia.
"Yang kedua, mereka percaya pada stabilitas keamanan di Indonesia. Jadi terlepas dari dinamika yang terjadi di beberapa tempat, mereka sangat percaya bahwa keamanan akan tetap terjaga di Bali," pungkas Tito.
Selain itu, di hari penutupan Sidang Umum Interpol ke-85 kemarin, Tito mengucap syukur karena sidang itu bisa berjalan dengan lancar. "Kita patut bersyukur karena berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan, semua jadwal bisa terlaksana baik bahkan kita dapat apresiasi tinggi dari seluruh delegasi," kata Tito.
Tito menuturkan, delegasi anggota Interpol merasa kagum dengan kelancaran acara Sidang Umum Interpol mulai dari pembukaan sampai penutupan.
"Itu karena dianggap penyelenggaraannya profesional, kemudian kelancaran semua kegiatan dan keamanan sangat baik. Apalagi ditambah dengan performance tari-tarian," ujar Tito.
"Jadi ada 167 negara, ini memecahkan rekor. Baru kali ini Sidang Interpol diikuti peserta yang sangat besar. Inilah prestasi tersendiri," kata Tito Karnavian di BNDCC, Bali, Kamis (10/11/2016).
Menurut Tito, ada beberapa faktor yang membuat penyelenggaraan sidang ini berjalan dengan baik dan ikuti oleh jumlah negara yang banyak. Di antaranya, lokasi penyelenggaraan di Bali yang menyajikan pesona alam mendunia.
"Yang kedua, mereka percaya pada stabilitas keamanan di Indonesia. Jadi terlepas dari dinamika yang terjadi di beberapa tempat, mereka sangat percaya bahwa keamanan akan tetap terjaga di Bali," pungkas Tito.
Selain itu, di hari penutupan Sidang Umum Interpol ke-85 kemarin, Tito mengucap syukur karena sidang itu bisa berjalan dengan lancar. "Kita patut bersyukur karena berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan, semua jadwal bisa terlaksana baik bahkan kita dapat apresiasi tinggi dari seluruh delegasi," kata Tito.
Tito menuturkan, delegasi anggota Interpol merasa kagum dengan kelancaran acara Sidang Umum Interpol mulai dari pembukaan sampai penutupan.
"Itu karena dianggap penyelenggaraannya profesional, kemudian kelancaran semua kegiatan dan keamanan sangat baik. Apalagi ditambah dengan performance tari-tarian," ujar Tito.
(zik)