Panglima TNI Sebut Tidak Ada Pemimpin Besar Lahir Tanpa Tempaan
Selasa, 08 November 2016 - 17:24 WIB
Panglima TNI Sebut Tidak Ada Pemimpin Besar Lahir Tanpa Tempaan
A
A
A
MAGELANG - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Prabatar Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian merupakan pemuda serta pemudi pilihan yang disiapkan untuk menjadi pimpinan TNI dan Polri masa depan.
Untuk itu kata Jenderal Gatot, harus ditempa serta digembleng di kawah Candradimuka Resimen Akademi TNI di Akmil Magelang.
“Tanamkan dalam jiwa, bahwa Prabatar Taruna-taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian sekalian adalah pemuda dan pemudi pilihan yang disiapkan menjadi pimpinan TNI dan Polri masa depan," ujar Gatot di Lapangan Sapta Marga Kompleks Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (8/11/2016).
Oleh karena itu menurut Gatot, harus ditempa melalui tahapan pematangan kepemimpinan dan peningkatan olah keprajuritan serta ke-Bhayangkaraan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut selama menyandang predikat prajurit atau Bhayangkara guna mampu menunaikan tugas yang diemban negara.
"Tidak ada pemimpin besar yang lahir tanpa tempaan waktu dan pengalaman dengan segala dinamika yang diwarnainya,” tegas Gatot.
Di hadapan 758 Prabatar Taruna-taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, Gatot mengatakan, persoalan kepimpinan tidak terlepas dari modal alamiah yang dimiliki.
Kemudian sambung Gatot, kepemimpinan dipersiapkan dengan pengisian keilmuan, penguatan mental dan jati diri serta ditempa oleh pengalaman dan tantangan dari waktu ke waktu, sehingga menjadi matang.
“Kelak bisa menjadi pemimpin TNI-Polri yang memiliki integritas, berkarakter, tegas dan berwibawa,” ungkapnya.
Pendidikan dan latihan dasar keprajuritan atau pendidikan integrasi kemitraan antara Akademi TNI dan Akademi Kepolisian berlangsung kurang lebih 3 bulan di Resimen Candradimuka Akademi TNI.
Adapun jumlah Prabatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang diwisuda sebanyak 758 orang dengan perincian Akmil 250 terdiri 292 Taruna dan 21 Taruni. Kemudian, untuk Angkatan Laut (AL) ada 100 orang terdiri, 90 Taruna dan 10 Taruni.
Sedangkan untuk Angkatan Udara (AU) ada 108 orang terdiri, 98 Taruna dan 10 Taruni serta Akademi Kepolisian ada 300 orang terdiri 250 Taruna dan 50 Taruni.
“Tujuan pendidikan integrasi ini adalah untuk membentuk calon prajurit Taruna-taruni Akademi TNI yang menjiwai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta calon Bhayangkara Taruna-taruni Akademi Kepolisian, yang menjiwai Tri Brata dan Catur Prasetya secara bersama-sama membangun semangat integrasi, memiliki pengetahuan profesi keprajuritan maupun Bhayangkara," beber Gatot.
"Selain itu, menguasai ilmu pengetahui dan teknologi serta memiliki kesemaptaan jasmani untuk dapat mengikuti pendidikan selanjutnya di Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisiaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI meminta kepada para Prabatar untuk mewujudkan semangat kebersamaan, membangun soliditas TNI dan Polri.
Selain itu, pelihara dan pupuk semangat integrasi dan implementasikan dalam setiap penugasan sehingga menjadikan TNI dan Polri sebagai postur kekuatan pertahanan dan keamanan negara yang andal.
“Belajar dan berlatih secara sungguh-sungguh karena belajar dan berlatih adalah untuk memimpin. Tanamkan disiplin dirimu dan senantiasa mengikuti segala norma, peraturan dan tata tertib karena disiplin adalah nafasmu dan jati dirimu prajurit TNI dan Bhayangkara Polri,” tandasnya.
Untuk itu kata Jenderal Gatot, harus ditempa serta digembleng di kawah Candradimuka Resimen Akademi TNI di Akmil Magelang.
“Tanamkan dalam jiwa, bahwa Prabatar Taruna-taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian sekalian adalah pemuda dan pemudi pilihan yang disiapkan menjadi pimpinan TNI dan Polri masa depan," ujar Gatot di Lapangan Sapta Marga Kompleks Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (8/11/2016).
Oleh karena itu menurut Gatot, harus ditempa melalui tahapan pematangan kepemimpinan dan peningkatan olah keprajuritan serta ke-Bhayangkaraan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut selama menyandang predikat prajurit atau Bhayangkara guna mampu menunaikan tugas yang diemban negara.
"Tidak ada pemimpin besar yang lahir tanpa tempaan waktu dan pengalaman dengan segala dinamika yang diwarnainya,” tegas Gatot.
Di hadapan 758 Prabatar Taruna-taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, Gatot mengatakan, persoalan kepimpinan tidak terlepas dari modal alamiah yang dimiliki.
Kemudian sambung Gatot, kepemimpinan dipersiapkan dengan pengisian keilmuan, penguatan mental dan jati diri serta ditempa oleh pengalaman dan tantangan dari waktu ke waktu, sehingga menjadi matang.
“Kelak bisa menjadi pemimpin TNI-Polri yang memiliki integritas, berkarakter, tegas dan berwibawa,” ungkapnya.
Pendidikan dan latihan dasar keprajuritan atau pendidikan integrasi kemitraan antara Akademi TNI dan Akademi Kepolisian berlangsung kurang lebih 3 bulan di Resimen Candradimuka Akademi TNI.
Adapun jumlah Prabatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang diwisuda sebanyak 758 orang dengan perincian Akmil 250 terdiri 292 Taruna dan 21 Taruni. Kemudian, untuk Angkatan Laut (AL) ada 100 orang terdiri, 90 Taruna dan 10 Taruni.
Sedangkan untuk Angkatan Udara (AU) ada 108 orang terdiri, 98 Taruna dan 10 Taruni serta Akademi Kepolisian ada 300 orang terdiri 250 Taruna dan 50 Taruni.
“Tujuan pendidikan integrasi ini adalah untuk membentuk calon prajurit Taruna-taruni Akademi TNI yang menjiwai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta calon Bhayangkara Taruna-taruni Akademi Kepolisian, yang menjiwai Tri Brata dan Catur Prasetya secara bersama-sama membangun semangat integrasi, memiliki pengetahuan profesi keprajuritan maupun Bhayangkara," beber Gatot.
"Selain itu, menguasai ilmu pengetahui dan teknologi serta memiliki kesemaptaan jasmani untuk dapat mengikuti pendidikan selanjutnya di Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisiaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI meminta kepada para Prabatar untuk mewujudkan semangat kebersamaan, membangun soliditas TNI dan Polri.
Selain itu, pelihara dan pupuk semangat integrasi dan implementasikan dalam setiap penugasan sehingga menjadikan TNI dan Polri sebagai postur kekuatan pertahanan dan keamanan negara yang andal.
“Belajar dan berlatih secara sungguh-sungguh karena belajar dan berlatih adalah untuk memimpin. Tanamkan disiplin dirimu dan senantiasa mengikuti segala norma, peraturan dan tata tertib karena disiplin adalah nafasmu dan jati dirimu prajurit TNI dan Bhayangkara Polri,” tandasnya.
(maf)