HT: Ekonomi Tumbuh, tapi Tak Menyerap Tenaga Kerja

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 06:17 WIB
HT: Ekonomi Tumbuh,...
HT: Ekonomi Tumbuh, tapi Tak Menyerap Tenaga Kerja
A A A
SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi bangsa ini tidak lebih dari 5%. Maka itu, masyarakat masih sulit untuk mencari pekerjaan.

"Ekonomi tumbuh 5%, tapi generasi muda sulit mencari kerja. Pertumbuhan didominasi konsumsi, tidak ciptakan lapangan kerja," kata CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis 20 Oktober 2016.

Indonesia, lanjutnya, telah bergeser dari yang sebelumnya bebasis produktif saat ini berbasis konsumtif. Seharusnya, pertumbuhan ekonomi membuka lapangan pekerjaan, namun hal tersebut tidak tercermin karena konsumsi mendominasi pertumbuhan ekonomi.

HT menuturkan, perjalanan panjang perekonomian Indonesia sejak tahun 1970-an dimana Indonesia pernah mengandalkan minyak, saat itu Indonesia menjadi negara pengekspor minyak. Namun sekarang malah sebaliknya, devisa negara terkuras karena ketergantungan impor minyak.

Tahun 1980-an Indonesia berhasil membangun industri menyerap banyak tenaga kerja namun lupa membangun infrastruktur dan pendidikan. Akibatnya negara ini kalah kompetitif dibanding negara lain, industri tak lagi menjadi andalan.

Kemudian komoditas sempat menjadi andalan Indonesia. Saat itu permintaan dunia terus meningkat seiring bergairahnya ekonomi Global, di antaranya pesatnya pertumbuhan China. Namun kini ketika ekonomi mulai melambat permintaan turun, harga anjlok dan komoditas tak lagi bisa menjadi andalan.

"Indonesia masih jauh dari maju sudah masuk ke pasar bebas. Tenaga kerja kita sulit mencari kerja, pekerja asing mudah masuk ke sini," terangnya.

Tenaga kerja yang sudah sulit mencari pekerjaan menjadi semakin sulit karena harus bersaing dengan pekerja asing.

Dia mengatakan, seharusnya Indonesia tak terburu-buru masuk ke pasar bebas. Seperti Amerika Serikat dan China yang lebih dahulu melakukan pemerataan kesejahteraan dan pembangunan sebelum menerapkan liberalisme, pasar bebas.

Daerah, kata HT, harus menjadi fokus pembangunan ke depan, agar negara ini memiliki penyangga yang kuat. Semakin banyak kabupaten/kota yang menjadi pilar ekonomi, semakin kencang laju perekonomian.

Dia mengatakan pemerintah harus menumbuhkan para pemberi kerja di daerah-daerah dengan cara memberikan mereka kesempatan dan kemudahan dengan kebijakan yang kondusif.
(mhd)
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Pakar: Perlu Ada Aturan...
Pakar: Perlu Ada Aturan yang Lindungi Masyarakat di Platform Global
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved