Mabes Polri Akui Depresi Penyebab Personelnya Bunuh Diri
Kamis, 06 Oktober 2016 - 17:42 WIB
Mabes Polri Akui Depresi Penyebab Personelnya Bunuh Diri
A
A
A
JAKARTA - Bertambahnya laporan tentang personel Polri bunuh diri dengan berbagai motif mengusik petinggi di Mabes Polri. Tindakan bunuh diri tersebut disinyalir karena depresi.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan salah satu penyebab personelnya mengalami depresi karena beban tugas yang tinggi. Dia mencontohkan, personel Polri diberikan target keberhasilan dalam menjalankan tugasnya.
"Kalau tidak sukses bahaya, artinya kejahatan bisa merajalela," ujar Boy di PTIK, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Dia menambahkan, selain beban tugas yang tinggi juga dipengaruhi tekanan persoalan internal pribadi maupun keluarganya. "Jadi tekanan itu sangat dimungkinkan terjadi, ditambah masalah berat yang diurus," ucapnya.
Sebelumnya Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah Ipda Nyariman meninggal dunia diduga bunuh diri menggunakan seutas tali rapia di ruang kerjanya. Nyariman diduga memiliki utang pada anggota Polsek Buayan, Aiptu Sudimam sebanyak Rp250 juta. (Baca: Usai Rapat dengan Kapolres, Kapolsek Gantung Diri di Ruang Kerja)
Uang tersebut diberikan Sudimam pada Nyariman untuk meloloskan anak Sudiman yang tengah mengikuti sekolah calon bintara (Secaba), namun anaknya gagal dan Sudiman meminta uangnya dikembalikan.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan salah satu penyebab personelnya mengalami depresi karena beban tugas yang tinggi. Dia mencontohkan, personel Polri diberikan target keberhasilan dalam menjalankan tugasnya.
"Kalau tidak sukses bahaya, artinya kejahatan bisa merajalela," ujar Boy di PTIK, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Dia menambahkan, selain beban tugas yang tinggi juga dipengaruhi tekanan persoalan internal pribadi maupun keluarganya. "Jadi tekanan itu sangat dimungkinkan terjadi, ditambah masalah berat yang diurus," ucapnya.
Sebelumnya Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah Ipda Nyariman meninggal dunia diduga bunuh diri menggunakan seutas tali rapia di ruang kerjanya. Nyariman diduga memiliki utang pada anggota Polsek Buayan, Aiptu Sudimam sebanyak Rp250 juta. (Baca: Usai Rapat dengan Kapolres, Kapolsek Gantung Diri di Ruang Kerja)
Uang tersebut diberikan Sudimam pada Nyariman untuk meloloskan anak Sudiman yang tengah mengikuti sekolah calon bintara (Secaba), namun anaknya gagal dan Sudiman meminta uangnya dikembalikan.
(kur)