Jadi Incaran Kelompok Radikal, Kaum Muda Perlu Pahami Pancasila

Rabu, 05 Oktober 2016 - 13:41 WIB
Jadi Incaran Kelompok...
Jadi Incaran Kelompok Radikal, Kaum Muda Perlu Pahami Pancasila
A A A
JAKARTA - Keberadaan Pancasila merupakan sebagai modal terbesar lahirnya kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dari cengkeraman kolonial Belanda. Bahkan umat Islam yang diwakili NU, Hasyim Ashari dan Muhammadiyah Khahar Muzakir, bersama kelompok nasionalis Soekarno dan Muhammad Hatta dalam penandatanganan Piagam Jakarta menjadikan Pancasila sebagai landasan dan dasar negara Indonesia.

Pancasila jadi ideologi terbaik di seluruh dunia dalam memerangi radikalisme dan terorisme. Pancasila juga mampu menciptakan kerukunan atas perbedaan agama, suku, budaya sekaligus membendung paham kekerasan.

"Pancasila itu hasil konsensus berbangsa dan bernegara dalam frame NKRI yang bibitnya sudah dimulai sejak lahirnya Kerajaan Nusantara Majapahit (1293-1527)," ujar ahli hukum dan deradikalisasi Suhardi Somomoeljono, di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Menurutnya, pandangan kelompok tertentu ingin memecah belah NKRI itu bersifat sepihak dan sejak awal berasumsi negatif terhadap Pancasila. Mirisnya lagi, kata dia, mereka mengabaikan fakta Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

"Kelompok-kelompok yang cenderung secara ekstrem antiterhadap Pancasila serta melawannya dengan cara-cara kekerasan dengan modus terorisme kemungkinan disponsori oleh kepentingan asing," ucapnya.

Dia menambahkan, pemahaman tentang ideologi Pancasila sangat penting diberikan kepada generasi muda. Alasannya, generasi muda merupakan incaran kelompok radikal terorisme untuk melancarkan propagandanya. (Baca: Tak Ada Pamer Senjata di HUT TNI, Ini Alasan Panglima)

Apalagi, lanjut dia, generasi muda sangat rentan dengan pengaruh budaya luar negeri. "Mereka berbahaya karena menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya seperti yang dilakukan para pelaku terorisme selama ini," katanya.
(kur)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved